Pandemi yang masih belum berakhir, menyebabkan aktivitas dunia pendidikan tidak menentu. Hal tersebut dikarenakan masih tingginya ancaman penyebaran wabah covid 19, terutama bagi siswa. Pemerintah sendiri bersikap hati-hati dan penuh perhitungan untuk mengijinkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di lingkungan sekolah. Rencana yang sudah disusun untuk dimulainya PTM berungkali harus dibatalkan mengingat ancaman penyebaran covid yang semekin tinggi. Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan dilaksanakannya vaksinasi bagi siswa dan santri secara masif dan menyeluruh.

Dokumen Vaksinasi SMK Diponegoro Depok (Desain: Ibnu)
Untuk mencegah penularan covid 19, SMK Diponegoro Depok, dibawah koordinasi dinas pendidikan, dinas kesehatan dan Kodim 0732/Sleman serta pihak terkait lainnya pada hari Rabu (1/9) melaksanakan vaksinasi massal untuk siswa, termasuk siswa SMK Diponegoro Depok. Vaksinasi diikuti tidak kurang 213 siswa kelas X, XI dan XII dari Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor serta Tata Busana. Antusisme siswa tergolong cukup tinggi dalam program vaksinasi ini. Memang tidak semua siswa ikut dalam vaksinasi karena beberapa alasan, diantaranya karena sudah pernah terpapar covid 19 atau sudah melaksanakan vaksin mandiri maupun melalui lembaga seperti pondok tempat mereka nyantri. Seperti santri Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro yang telah melaksanakan vaksinasi dosis kedua.

Siswa menerima suntik vaksin dosis pertama. (Foto: Rahmanto)
Proses vaksinasi sangat mudah namun dengan prosedur ketat. Data kependudukan berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi syarat mutlak untuk mengikuti vaksinasi. Pendataan yang dilakukan petugas screening pra-vaksin ini dilakukan terpusat, sehingga merupakan data nasional. setelah persyaratan administrasi selesai, siswa harus diperiksa tekanan darah dan riwayat penyakit oleh dokter. Baru kemudian dilaksanakan suntik vaksin.
Dengan pelaksanaan vaksinasi itu, mudah-mudahan akan tercipta kekebalan kelompok atau Herd immunity. Dengan demikian, maka membuka peluang untuk silaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMK Diponegoro Depok.