Depok, 16 Mei 2026 - Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Tadzkiroatun Musfiroh, M.Hum., menyampaikan pesan mendalam kepada para siswa dalam acara Pelepasan Siswa Angkatan XXI SMK Diponegoro Depok yang digelar di Hotel Mustika Yogyakarta, Sabtu (16/5/2026).
Di hadapan siswa, wali murid, guru, dan jajaran yayasan, beliau menegaskan bahwa sekolah Ma’arif NU memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan keterampilan, tetapi juga kuat dalam akhlak, iman, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini bukan hanya soal perkembangan teknologi dan dunia kerja, tetapi juga bagaimana menjaga karakter generasi muda di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Beliau memberikan apresiasi kepada guru-guru di lingkungan sekolah Ma’arif yang terus sabar mendampingi siswa, bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendidik akhlak dan cara hidup para siswa.
“Guru di lingkungan Ma’arif bukan hanya mengajar ilmu, tetapi juga mendidik hati dan akhlak siswa,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Dr. Tadzkiroatun Musfiroh juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang lulusan tidak hanya diukur dari pekerjaan atau jabatan yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat.
Pesan tersebut diperkuat dengan hadis Rasulullah SAW:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (Khairunnas anfa’uhum linnas)
Beliau menjelaskan bahwa dalam tradisi pendidikan NU, ilmu harus membawa kemanfaatan dan kebaikan bagi lingkungan sekitar. Karena itu, alumni sekolah Ma’arif diharapkan mampu menjadi pribadi yang rendah hati, peduli terhadap masyarakat, dan tetap menjaga nilai-nilai keislaman di mana pun berada.
Selain itu, beliau juga mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
Menurutnya, ayat tersebut menjadi dasar penting pendidikan Ma’arif NU bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan iman dan akhlak. Dalam pandangan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mendekatkan seseorang kepada Allah SWT sekaligus memberi manfaat bagi sesama manusia.
Karena itu, sekolah Ma’arif tidak boleh hanya fokus pada prestasi akademik dan keterampilan kerja, tetapi juga harus menjaga pembentukan karakter, adab, dan spiritualitas siswa.
Dalam bagian sambutan yang paling menyentuh, beliau mengingatkan para siswa bahwa kehidupan setelah lulus sekolah akan jauh lebih kompleks dibandingkan soal-soal di kelas.
“Di dunia nyata, persoalan hidup tidak selalu menyediakan pilihan A, B, C, D, atau E. Kadang kita harus mencari sendiri jawaban yang belum pernah diajarkan sebelumnya.”
Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bagi para alumni SMK Diponegoro Depok agar terus belajar, mampu beradaptasi, tidak mudah menyerah, dan tetap menjaga nilai-nilai kebaikan saat menghadapi tantangan kehidupan.
Pelepasan Siswa Angkatan XXI SMK Diponegoro Depok tahun ini diikuti 100 siswa yang terdiri dari 60 siswa jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), 22 siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), dan 18 siswa jurusan Tata Busana (TB).
Bagi keluarga besar SMK Diponegoro Depok, wejangan dari Ketua LP Ma’arif NU DIY tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan Ma’arif harus terus melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, kuat dalam akhlak, serta siap memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama. (*)