Dari Sin hingga Ya, Santri Selalu Menuju Kebaikan

Dari Sin hingga Ya, Santri Selalu Menuju Kebaikan

Depok, 25 Oktober 2025 — Suasana Jumat siang di SMK Diponegoro Depok terasa lebih bermakna. Saat para siswa dan guru laki-laki melaksanakan ibadah Sholat Jumat, para siswi berkumpul dengan khidmat mengikuti Kegiatan Kajian Keputrian, kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat, bertepatan dengan waktu Sholat Jumat dan dilanjutkan dengan Sholat Dzuhur berjamaah.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswi SMK Diponegoro Depok ini didampingi oleh guru Pendidikan Agama Islam, Ibu Binti Lailatul Maratil M., S.Pd, bersama guru-guru putri lainnya. Kajian ini menjadi bagian penting dari pembinaan karakter di sekolah, sebagai bentuk upaya menanamkan nilai-nilai religius di tengah kesibukan dunia pendidikan kejuruan.

Kajian Keputrian secara rutin diampu oleh Ibu Sofi Nur Azizah, S.H.I, Penyuluh Agama Islam KUA Kapanewon Depok, sebagai wujud pengabdian masyarakat. Dengan pendekatan yang lembut dan komunikatif, beliau membimbing para siswi memahami peran dan tanggung jawab sebagai remaja muslimah yang berilmu dan berakhlak mulia.

Tema yang diangkat pun beragam dan kontekstual, mencakup akhlak, fiqih, kesehatan reproduksi perempuan, serta pembinaan keputrian remaja putri. Melalui kegiatan ini, para siswi tidak hanya dibekali pengetahuan agama, tetapi juga wawasan kehidupan yang relevan dengan dunia mereka sebagai pelajar.

Pada momentum Hari Santri Nasional, Ibu Sofi menyampaikan kajian bertema “Spirit Santri di Era Modern”. Kegiatan diawali dengan menyanyikan Mars Hari Santri, kemudian dilanjutkan dengan penjabaran makna mendalam di balik kata “Santri” yang sarat filosofi:

S (Sin): Salikun ilal Akhirah (menuju jalan akhirat) atau Satrul ‘Awrah (menutup aurat)

N (Nun): Naibun anil Masyayikh (penerus para ulama)

T (Ta’): Tarikun anil Ma’ashi (meninggalkan kemaksiatan)

R (Ra’): Raghibun fil Khairat (senang melakukan kebaikan)

Y (Ya’): Yarju assalamah fiddini waddunya wal akhirah (mengharap keselamatan di dunia dan akhirat)

Menurut Ibu Binti Lailatul Maratil M., S.Pd, kegiatan keputrian memiliki sasaran utama untuk memberikan bimbingan pengetahuan keputrian bagi remaja putri di tingkat sekolah, agar tumbuh menjadi pribadi yang santun, berilmu, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter islami.

“Kajian keputrian menjadi ruang pembinaan akhlak dan penguatan jati diri siswi. Kami ingin mereka tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya terampil di bidangnya, tetapi juga beradab dan beriman,” ujarnya.

Kegiatan seperti ini mencerminkan komitmen SMK Diponegoro Depok dalam membentuk lingkungan belajar yang berkarakter, religius, dan berwawasan luas. Pembinaan spiritual yang berjalan seiring dengan pendidikan vokasional menjadi fondasi penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berkarya dengan nilai-nilai kebaikan.(*)

Kutipan Inspiratif:

“Menjadi santri bukan sekadar belajar agama, tapi menapaki jalan menuju ridha Allah dengan ilmu, adab, dan amal.”

— Kajian Keputrian SMK Diponegoro Depok

Share Whatsapp Share Facebook