Depok, 4 Desember 2025 — SMK Diponegoro Depok menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat mutu pembelajaran melalui rangkaian program lanjutan dari skema SMK Pusat Keunggulan (SMK PK), khususnya pada bidang Penguatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Program nasional ini merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mendorong transformasi SMK melalui kemitraan industri, peningkatan kompetensi guru, serta penerapan pembelajaran vokasi yang adaptif.
Setelah sebelumnya para guru mendalami konsep Pembelajaran Bermakna—yang terekam dalam artikel “Belajar Tak Pernah Usai”—kini sekolah melanjutkan tahap implementasi melalui kegiatan Pendampingan Penyusunan Modul dan Media/Video Pembelajaran, yang berlangsung pada Kamis–Jumat, 4–5 Desember 2025.
Sebagai sekolah penerima bantuan SMK PK, SMK Diponegoro Depok berkesempatan mendapatkan pendampingan langsung dari pemerintah dalam penguatan deep learning di kelas maupun bengkel. Pendampingan dua hari ini menghadirkan narasumber Ibu Endang Triyani, S.T., M.Pd., dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikdasmen, yang selama ini terlibat dalam pengembangan model Pembelajaran Mendalam serta pendampingan sekolah-sekolah Pusat Keunggulan di berbagai daerah. Kehadiran beliau memberi pengalaman lebih mendalam bagi para guru, karena materi yang disampaikan bersumber langsung dari kebijakan nasional sekaligus praktik terbaik yang sudah teruji.
Pada pembukaan kegiatan, Kepala SMK Diponegoro Depok, Moh Afifi, S.Th.I, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Beliau menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru tidak cukup hanya dalam bentuk administrasi, tetapi harus diwujudkan dalam perangkat pembelajaran yang kreatif, inspiratif, dan relevan bagi peserta didik. “Pelatihan ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif dan berkesan. Modul serta video pembelajaran yang kreatif akan membantu siswa memahami materi tanpa merasa jenuh. Kami selalu membuka ruang diskusi dan pendampingan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan di SMK Diponegoro Depok,” ujarnya.
Semangat tersebut mengalir selaras dengan arah program SMK PK yang menempatkan guru sebagai motor transformasi pembelajaran. Pelatihan ini bukan sekadar penyegaran, tetapi langkah nyata untuk menerjemahkan prinsip deep learning ke perangkat ajar yang konkret—mulai dari penyusunan RPP, modul kontekstual, hingga video pembelajaran yang mengaktifkan proses berpikir mendalam dan kolaboratif.
Selama dua hari pendampingan, guru tidak hanya menerima paparan materi tetapi juga terlibat aktif dalam praktik menyusun modul dan membuat media pembelajaran yang nantinya akan digunakan pada semester depan. Kegiatan ini sekaligus membangun budaya kolaborasi antarguru dan meningkatkan pengalaman pedagogis yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa vokasi. Semangat itu sejalan dengan tujuan besar SMK PK: memastikan lulusan memiliki kompetensi unggul, relevan, dan siap bersaing di dunia kerja.
Dengan tekad deep learning dan deep commitment yang terus dijaga, SMK Diponegoro Depok menegaskan kembali visinya sebagai sekolah vokasi berbasis pesantren yang progresif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan. Guru bergerak, belajar, dan berbenah—karena di sekolah ini, belajar memang tidak pernah selesai, terutama jika itu untuk masa depan peserta didik.(*)