Depok – Siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Diponegoro Depok tidak hanya dibekali keterampilan merawat dan memperbaiki sepeda motor, tetapi juga mendapat kesempatan belajar setir mobil sekaligus memahami dasar-dasar mesin mobil.
Kegiatan ini menjadi bagian dari mata pelajaran Dasar Otomotif yang diampu oleh Bapak Suwarno, ST. Siswa tidak hanya belajar memutar setir, mengatur pedal gas, kopling, dan rem, tetapi juga dikenalkan dengan prinsip dasar kerja mesin mobil.
Program setir mobil ini sebelumnya merupakan pengembangan diri atau ekstrakurikuler yang menjadi program unggulan tahunan karena sangat diminati siswa. Tahun ini, meski format program pengembangan diri atau ekstrakurikuler tidak berjalan sebagaimana biasanya, jurusan TSM tetap berinisiatif melanjutkan kegiatan tersebut dengan mengintegrasikannya ke dalam pelajaran Dasar Otomotif.
Inisiatif ini menjadi jawaban atas keinginan siswa kelas X untuk belajar menyetir, sekaligus bentuk pemanfaatan peralatan praktik sekolah agar tetap terawat dan berfungsi optimal. Misalnya, mobil rangka edukasi (chassis trainer car) yang dilengkapi mesin dan sistem kemudi, membutuhkan perawatan berkala agar tidak cepat rusak, termasuk peralatan mahal seperti aki/accu mobil.
Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi. Dengan semangat kebersamaan, mereka turut berkontribusi menyediakan bahan bakar secara mandiri agar kegiatan praktik berjalan lancar. Hal ini mencerminkan rasa memiliki sekaligus kesungguhan siswa dalam menambah keterampilan baru.
Menurut Bapak Suwarno, ST., pengalaman ini akan menjadi bekal tambahan yang sangat berharga. “Kami berharap siswa tidak hanya ahli di bidang sepeda motor, tetapi juga memiliki pengetahuan dasar otomotif roda empat. Dengan begitu, peluang mereka di dunia kerja akan semakin luas,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, SMK Diponegoro Depok terus berupaya memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat, relevan dengan kebutuhan industri, dan mendorong siswa untuk siap bersaing di dunia kerja.
RmT