Depok, 29 November 2025 - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi sepeda motor dan tuntutan industri yang semakin ketat, SMK Diponegoro Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas pembelajaran dengan mengirimkan delapan guru produktif untuk mengikuti program Magang Guru di jaringan bengkel resmi Honda, AHASS Utama Motor. Program ini menjadi sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa pendidikan vokasi, khususnya pada Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor, benar-benar sejalan dengan teknologi dan standar kerja yang berlaku di industri otomotif saat ini.
Magang dilaksanakan selama sepuluh hari dengan durasi minimal dua jam setiap harinya. Informasi ini disampaikan oleh Bapak Maftuh, A.Md.T, salah satu peserta magang yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas. Ia menegaskan bahwa durasi tersebut dipenuhi dengan disiplin agar seluruh peserta mendapatkan paparan praktik yang cukup, baik terkait teknis perawatan sepeda motor maupun pemahaman alur kerja bengkel resmi yang sesungguhnya. Melalui ritme yang konsisten ini, para guru tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengamati langsung bagaimana prosedur standar diterapkan dalam melayani pelanggan dan menangani berbagai jenis kasus kerusakan.
Delapan guru peserta magang disebar ke empat lokasi AHASS yang berbeda: Utama Service Center Timoho dengan pembimbing Bapak Fandy diikuti oleh Feri Subekhan, S.T. dan Fauzan Afif Nurrahmat; S.Pd. Utama Motor Sleman di Jalan Kaliurang KM 8 dengan pembimbing Bapak Dwi, diikuti oleh Maftuh, A.Md.T. dan Handi Oktavianto, S.Pd.; Utama Motor Alfa di Jalan Kaliurang KM 5,6 dengan pembimbing Bapak Berry dan peserta Nur Febriyanta, S.Pd. serta Rahmat Yunanto, S.Pd.; serta lokasi UNY Jaya Motor di Fakultas Teknik UNY yang dibimbing oleh Bapak Wawan dengan peserta Suwarno, S.T. dan Suyanto, S.Pd. Penempatan di beberapa titik AHASS ini memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai variasi layanan, kultur kerja, serta perbedaan karakter teknis pada masing-masing bengkel.
Materi yang dipelajari selama magang mencakup aspek yang sangat fundamental dalam dunia otomotif Honda, yaitu 26 poin servis standar yang sebelumnya hanya berjumlah 15 poin. Peningkatan jumlah poin servis ini mencerminkan perkembangan teknologi sepeda motor modern yang semakin kompleks. Selain itu, para guru menerima pemahaman terkait manajemen bengkel, teknik pemeriksaan kerusakan, penggunaan peralatan khusus, pemecahan masalah (troubleshooting), hingga tata kelola pelayanan kepada pelanggan. Seluruh proses dilakukan dengan pendekatan learning by doing sehingga setiap guru benar-benar merasakan dinamika bengkel resmi Honda secara nyata.
Salah satu testimoni datang dari Bapak Suwarno, S.T., yang mengikuti magang di UNY Jaya Motor. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi guru untuk tetap mengikuti perkembangan teknologi yang begitu cepat. “Magang ini sangat bermanfaat karena memberikan ilmu terbaru dari perkembangan teknologi di lapangan. Dulu poin servis sekitar 15 poin, sekarang sudah menjadi 26 poin. Jika guru tidak memperbarui pengetahuan, maka siswa bisa ketinggalan informasi ketika masuk dunia industri yang sesungguhnya. Karena itu, peningkatan kompetensi harus dimulai dari guru agar apa yang disampaikan kepada siswa selalu relevan,” ujarnya.
Apa yang disampaikan oleh Pak Suwarno mencerminkan esensi penting program ini: bahwa kualitas pembelajaran hanya dapat ditingkatkan jika gurunya terus berkembang. Semua teknik, SOP, dan pengalaman praktik yang diperoleh selama magang akan dibawa kembali ke sekolah untuk diselaraskan dengan perangkat ajar, pembelajaran berbasis proyek, asesmen praktik, dan praktik bengkel sekolah. Dengan demikian, siswa SMK Diponegoro Depok akan menerima pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan industri—baik ketika mereka memasuki masa Prakerin maupun ketika mereka siap bekerja setelah lulus.
Program Magang Guru tahun ini juga memperkuat hubungan kerja sama yang telah terjalin antara SMK Diponegoro Depok dan jaringan AHASS Utama Motor. Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada program magang, tetapi juga meliputi sinkronisasi kurikulum, penyediaan tempat PKL bagi siswa, penguatan Teaching Factory, serta peluang rekrutmen lulusan. Dalam jangka panjang, pola kerja sama seperti ini menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMK Diponegoro Depok kembali membuktikan diri sebagai sekolah vokasi yang progresif dan adaptif. Di saat perubahan teknologi terus bergerak maju, sekolah memilih untuk berada di garis depan dengan memastikan gurunya tidak tertinggal. Kualitas pembelajaran yang baik dimulai dari guru yang terus belajar; dan dari guru yang terus belajar, lahir siswa-siswa yang memiliki kompetensi kuat dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Pesan tersiratnya jelas: jika sekolah ingin menghasilkan lulusan yang unggul, maka langkah pertama adalah memastikan gurunya unggul.
Informasi mengenai program sekolah dan penerimaan peserta didik baru dapat diakses melalui kanal resmi SMK Diponegoro Depok. Gelombang Indent untuk tahun ajaran 2026/2027 dibuka mulai 1 Oktober hingga 1 Desember 2025, dan masyarakat dapat menghubungi 0896 7561 3886 untuk informasi lebih lanjut. Melalui berbagai program nyata seperti Magang Guru ini, SMK Diponegoro Depok terus menegaskan visinya sebagai sekolah vokasi yang unggul, relevan, dan berdaya saing global.(*)