Depok, 18 Desember 2025 - SMK Diponegoro Depok kembali menegaskan peran sekolah sebagai ruang pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan kepekaan sosial dan nilai kemanusiaan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan penggalangan dana kemanusiaan yang dilaksanakan bersamaan dengan momentum pembagian rapor semester gasal.
Melalui program “SMK Diponegoro Peduli Bencana”, sekolah mengajak orang tua/wali siswa, guru, dan karyawan untuk turut berbagi kepedulian kepada saudara-saudara di wilayah Sumatra, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang tengah terdampak bencana banjir dan longsor. Ajakan infaq disampaikan secara terbuka dan bersifat sukarela, sebagai wujud empati bersama terhadap kondisi yang sangat memprihatinkan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana banjir dan tanah longsor yang melanda pulau Sumatra pada akhir November hingga pertengahan Desember 2025 telah menelan 1.059 jiwa meninggal dunia, serta ratusan orang masih hilang dan ribuan rumah rusak akibat dampak musibah ini. Kondisi darurat ini menyebabkan ratusan ribu warga terdampak, sebagian besar mengalami kehilangan harta benda dan tempat tinggal, serta membutuhkan bantuan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara.
Momentum pengambilan rapor dipilih karena dinilai sebagai pertemuan bermakna antara sekolah dan orang tua. Selain menerima laporan perkembangan belajar siswa, orang tua diajak untuk menghadirkan keteladanan nyata kepada putra-putrinya bahwa kepedulian terhadap sesama adalah bagian penting dari proses pendidikan dan pembentukan karakter.
Alhamdulillah, dari kegiatan penggalangan dana tersebut, donasi kemanusiaan yang berhasil dihimpun mencapai Rp4.000.000 (empat juta rupiah). Dana ini merupakan hasil keikhlasan dan partisipasi keluarga besar SMK Diponegoro Depok, yang terdiri dari orang tua/wali siswa, guru, dan karyawan sekolah.
Kepala SMK Diponegoro Depok, Moh. Afifi, S.Th.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dihadirkan sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah.
“Kami ingin peserta didik belajar bahwa rapor bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang nilai-nilai kehidupan. Kepedulian kepada sesama, terutama saat saudara kita tertimpa musibah, adalah pelajaran penting yang harus ditanamkan melalui contoh nyata,” ungkapnya.
Seluruh dana infaq yang terkumpul akan disalurkan secara amanah melalui LAZISNU, lembaga resmi yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan dan penyaluran bantuan kemanusiaan. Penyaluran melalui lembaga terpercaya ini menjadi bentuk komitmen sekolah dalam menjaga transparansi dan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Bagi SMK Diponegoro Depok, kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai aksi sosial, tetapi juga sebagai pembelajaran kontekstual bagi peserta didik. Melalui keterlibatan orang tua dan guru, siswa diajak memahami bahwa kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan, sejalan dengan upaya membentuk generasi yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab.
Semangat berbagi tersebut sejalan dengan firman Allah SWT:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)
Serta sabda Rasulullah SAW:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad)
Dengan terkumpulnya donasi kemanusiaan ini, SMK Diponegoro Depok berharap bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban para korban bencana di Aceh dan Sumatra lainnya. Semoga setiap rupiah yang dititipkan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi para pemberi, serta menjadi teladan kebaikan yang tertanam kuat dalam diri peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. (*)