Depok, 10 Desember 2025- Dalam upaya memantapkan langkah spiritual menjelang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027, keluarga besar SMK Diponegoro Depok melaksanakan kegiatan ziarah ke makam para ulama besar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu, 10 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar sekolah untuk mengawali program besar dengan doa, tabarrukan, dan meneladani perjuangan para masyayikh yang menjadi pilar keilmuan Islam di Nusantara.
Rombongan diberangkatkan dari sekolah pada pukul 07.00 WIB dan dipimpin oleh Waka Keagamaan, Bapak Bayu Kristanto, SE., bersama Bapak Kyai M. Alwi Fuadi, S.Ag, seorang ulama yang aktif sebagai Pembina JRA Sleman sekaligus Wakil Rais Syuriah MWC NU Depok. Pendampingan beliau memberikan kedalaman spiritual bagi seluruh peserta ziarah, sekaligus mengarahkan rangkaian doa dan tahlil kepada para tokoh yang diziarahi.
Perjalanan Ziarah: Menyusuri Jejak Ulama Nusantara
Kunjungan pertama dilakukan di Komplek Makam Tebuireng, Jombang, tempat bersemayam tiga tokoh besar:
• KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Presiden ke-4 Republik Indonesia dan tokoh pembaharu gerakan kebangsaan.
• KH. Wahid Hasyim (Tokoh pembaharu pendidikan Islam, Menteri Agama RI pertama)
• KH. Hasyim Asy’ari – Pendiri Nahdlatul Ulama, peletak dasar pendidikan Islam modern, serta pengasuh Pesantren Tebuireng.
Di pusara tiga tokoh tersebut, rombongan melaksanakan tahlil dan mengirimkan doa bagi keberkahan sekolah, guru, siswa, dan perjalanan pendidikan tahun mendatang. Dari ketiga tokoh tersebut, kita bisa merenungkan dan meneladani perjuangan para ulama: bagaimana ketulusan dan ketegasan mereka membangun pendidikan, bangsa, dan akhlak umat.
Perjalanan berlanjut menuju makam KH Sayyid Sulaiman di Mojoagung, seorang tokoh penyebar Islam di kawasan Jawa Timur yang makamnya menjadi salah satu pusat ziarah masyarakat. Di sini, peserta kembali memanjatkan doa sambil meneladani perjuangan dakwah beliau.
Tujuan selanjutnya adalah makam KH Bisri Syansuri di Denanyar — ulama besar, fakih terkemuka, dan salah satu pendiri NU. Beliau juga dikenal sebagai pelopor pendidikan pesantren perempuan melalui Pesantren Mamba’ul Ma’arif. Rombongan kemudian menutup perjalanan di Tambakberas, berziarah ke makam KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh penting NU yang dikenal progresif, pendiri organisasi pemuda NU, dan penggerak tradisi intelektual di kalangan santri.
Profil Singkat Para Masyayikh
• KH Hasyim Asy’ari – Pendiri Pesantren Tebuireng, pendiri NU, pejuang kemerdekaan, dan ulama pembaru pendidikan Islam.
• KH. Wahid Hasyim (Putra KH Hasyim Asy'ari) - Tokoh pembaharu pendidikan Islam, Menteri Agama RI pertama
• Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) – Presiden RI ke-4, cucu KH Hasyim Asy’ari, tokoh demokrasi dan pluralisme.
• KH Sayyid Sulaiman – Ulama penyebar Islam di Jawa Timur; makamnya menjadi rujukan ziarah masyarakat.
• KH Bisri Syansuri – Pendiri Pesantren Mamba’ul Ma’arif, ahli fikih, Rais ‘Aam PBNU, serta salah satu pendiri NU.
• KH Abdul Wahab Hasbullah – Pendiri NU, pemikir progresif, penggerak tradisi literasi dan organisasi di lingkungan pesantren.
SMK Diponegoro Depok: Menguatkan Misi Pendidikan Berbasis Nilai
Kegiatan ziarah ini menjadi wujud nyata bahwa SMK Diponegoro Depok tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi kejuruan, tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas seluruh warganya. Tradisi ngaji perjuangan ulama dipandang sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi pelajar yang berakhlak, disiplin, dan siap menghadapi tuntutan zaman.
Pendampingan Bapak Kyai M. Alwi Fuadi menegaskan komitmen sekolah untuk menghadirkan pendidikan yang menyeluruh: akademis, moral, dan spiritual. Nilai-nilai pesantren yang diadopsi dalam kultur sekolah diharapkan menjadi pembeda SMK Diponegoro Depok — sebuah sekolah yang tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga insan yang berbudi pekerti luhur.
Ikhtiar Menyambut SPMB 2026/2027
Seluruh rangkaian ziarah ditujukan sebagai doa dan permohonan kepada Allah SWT agar perjalanan SMK Diponegoro Depok pada tahun ajaran mendatang diberikan kelancaran, khususnya dalam pelaksanaan SPMB 2026/2027. Doa dipanjatkan agar sekolah terus menjadi tempat terbaik bagi siswa untuk bertumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi diri.
Kegiatan ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh guru dan karyawan, memperkuat silaturahmi, memantapkan niat, serta menumbuhkan semangat baru dalam mengabdi di dunia pendidikan.(*)