Depok, 18 Desember 2025 - SMK Diponegoro Depok melaksanakan kegiatan pembagian rapor semester kepada peserta didik sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar sekaligus refleksi proses pendidikan yang telah dijalani selama satu semester. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sekolah dan orang tua untuk membaca kembali perjalanan akademik, sikap, serta perkembangan karakter siswa dalam suasana komunikasi yang terbuka dan konstruktif.
Pada pembagian rapor semester ini, SMK Diponegoro Depok turut menguatkan dukungan terhadap GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor), sebuah gerakan nasional yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan anak. Melalui gerakan ini, ayah diharapkan hadir langsung ke sekolah untuk mengambil rapor, berdialog dengan wali kelas, serta memahami secara menyeluruh capaian belajar dan pembentukan karakter putra-putrinya.
Secara kebijakan, pelaksanaan GEMAR berlandaskan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah. Edaran ini menegaskan pentingnya kehadiran ayah dalam momen strategis pendidikan, sekaligus mendorong satuan pendidikan untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga.
Tujuan utama GEMAR adalah memperkuat peran ayah sebagai figur pendamping pendidikan, bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai teladan nilai, disiplin, dan tanggung jawab. Dalam konteks pendidikan kejuruan, keterlibatan ayah menjadi relevan untuk menanamkan kesiapan mental kerja, etos profesional, serta pemahaman dunia usaha dan industri yang akan dihadapi siswa setelah lulus.
Secara substansi dan filosofis, GEMAR memaknai rapor bukan semata kumpulan angka, melainkan cermin proses belajar dan pembentukan karakter. Kehadiran ayah saat pengambilan rapor menjadi pesan simbolik bagi anak bahwa pendidikan adalah perhatian bersama kedua orang tua. Dari dialog singkat di sekolah, diharapkan lahir kesadaran bersama untuk mendampingi anak secara lebih seimbang, baik di rumah maupun di lingkungan sosialnya.
Namun demikian, sekolah juga mencermati realitas yang terjadi di lapangan. Pada pelaksanaan pembagian rapor, mayoritas yang hadir ke sekolah masih didominasi oleh ibu atau wali perempuan. Kondisi ini tidak lepas dari berbagai faktor, terutama jam kerja ayah yang bertepatan dengan jadwal pembagian rapor, kesibukan pekerjaan di sektor formal maupun informal, serta tanggung jawab ekonomi keluarga yang membuat sebagian ayah belum dapat hadir secara langsung ke sekolah.
Selain faktor pekerjaan, masih terdapat pandangan sosial yang menempatkan urusan administrasi sekolah dan komunikasi akademik sebagai peran utama ibu. Dalam banyak keluarga, ibu dianggap lebih fleksibel secara waktu dan lebih dekat dengan urusan keseharian anak, sehingga secara praktis lebih sering mewakili kehadiran orang tua di sekolah.
SMK Diponegoro Depok memandang kondisi tersebut sebagai bagian dari dinamika sosial yang wajar, sekaligus tantangan edukatif yang perlu disikapi secara bertahap. Sekolah tetap mengapresiasi kehadiran ibu sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab orang tua, sembari terus mendorong kesadaran bahwa peran ayah dalam pendidikan anak memiliki nilai yang sama pentingnya.
Melalui sosialisasi dan komunikasi yang persuasif, sekolah berharap semangat GEMAR dapat terus tumbuh dan semakin dipahami oleh orang tua siswa. Perubahan pola keterlibatan keluarga tidak terjadi secara instan, namun membutuhkan waktu, konsistensi, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan.
Dengan mengusung semangat “Rapor, Ayah, dan Pendidikan Karakter”, SMK Diponegoro Depok menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan keluarga secara utuh. Karena pendidikan yang kuat tidak hanya bertumpu pada proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga pada kehadiran, perhatian, dan keteladanan orang tua dalam setiap fase tumbuh kembang anak. (*)