Home

Saat Suara Remaja Menjadi Karya Besar: Arsyad dkk Juara 2 Nasional Lomba Vlog UGM

Saat Suara Remaja Menjadi Karya Besar: Arsyad dkk Juara 2 Nasional Lomba Vlog UGM

Depok, 03 Desember 2025 - SMK Diponegoro Depok kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui kreativitas para siswanya. Karya film pendek berjudul “Bangun dari Khayalan Gelap”, yang digarap oleh Arsyad Baihaqi, Harits Umar, dan Vivaldi dari kelas XII DKV, berhasil meraih Juara 2 Nasional pada Lomba Short Video/Vlog HARMONY yang diselenggarakan oleh Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM). Lomba ini mengusung tema kesehatan mental dan fisik remaja, sebuah tema yang sangat relevan dengan dinamika kehidupan generasi muda saat ini.

Film pendek ini menampilkan perjalanan emosional seorang remaja yang berjuang melewati tekanan batin, perasaan ditinggalkan, dan kacau-balaunya pencarian jati diri. Dengan pendekatan visual yang kuat serta narasi yang dituturkan secara intim, karya tersebut mengajak penonton merenungkan bahwa setiap remaja tetap memiliki kesempatan untuk bangkit, menemukan arah, dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Sebelumnya, karya ini lolos kurasi panitia dan ditayangkan di kanal YouTube Biokimia UGM.

Selain karya juara tersebut, SMK Diponegoro Depok juga bangga karena ada karya lain yang turut berpartisipasi dalam lomba yang sama, yaitu film pendek berjudul “Ruang Nol” oleh Harits Umar Khairullah. Film ini mengangkat gagasan tentang titik jeda —sebuah ruang batin yang memberi kesempatan bagi remaja untuk berhenti sejenak, menenangkan pikiran, dan kembali menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Karya ini menunjukkan keberanian siswa dalam mengolah isu mental health dengan pendekatan artistik yang matang. Tautan resmi karya.

Prestasi dan partisipasi ini disambut hangat oleh Kepala SMK Diponegoro Depok, Bapak Moh. Afifi, S.ThI, yang menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan mendalam. Beliau menyatakan, “Alhamdulillah, masyaallah luar biasa. Prestasi Arsyad dan teman-temannya ini benar-benar membahagiakan kami. Mereka menunjukkan bahwa suara hati remaja, ketika diolah dengan ketulusan dan kreativitas, bisa menjadi karya besar yang mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional. Kami bersyukur dan bangga melihat potensi siswa-siswa kita berkembang sejauh ini.”

Waka Kesiswaan, Ibu Nur Hanifah, S.Pd juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat mandiri para siswa. Ia menegaskan bahwa inisiatif mereka mengikuti lomba justru menunjukkan bahwa lingkungan sekolah mendorong kebebasan kreatif dan pertumbuhan karakter. “Saya bangga melihat anak-anak ini bergerak dengan inisiatif yang kuat. Meski mengikuti lomba tanpa banyak bercerita, semangat mereka justru menunjukkan keberanian untuk mencoba hal baru. Ini bukan soal diam-diam, tetapi tentang kemandirian yang lahir dari kultur sekolah yang memberi ruang pada kreativitas. Hasilnya benar-benar membanggakan.”

Perjalanan Arsyad dkk dan Harits tidak sekadar membuktikan kemampuan teknis mereka, tetapi juga menunjukkan bahwa perfilman indie di kalangan siswa semakin berkembang. Dengan peralatan yang sederhana, ide yang kuat, dan keberanian untuk bercerita, siswa mampu menghasilkan karya yang menyentuh dan bernilai. Fenomena ini selaras dengan perjalanan banyak sineas besar yang juga memulai kariernya dari dunia indie dan produksi kecil-kecilan.

Nama-nama seperti Gareth Evans, sutradara The Raid, memulai dari film-film independen sebelum karyanya diakui dunia. Nama beken lainnya, Joko Anwar juga memulai karier dari proyek-proyek kecil berbasis komunitas sebelum menjadi salah satu sutradara terkemuka Indonesia. Mereka membuktikan bahwa dunia indie adalah ruang penting bagi kreativitas untuk tumbuh, bereksperimen, dan diuji tanpa batasan industri besar.

Semangat inilah yang kini terlihat di SMK Diponegoro Depok: keberanian memulai, ketulusan dalam bercerita, dan kemampuan mengolah isu nyata menjadi karya audio-visual yang sarat makna. Prestasi ini menegaskan bahwa film pendek karya siswa bukan hanya sekadar tugas sekolah, tetapi juga medium kreatif yang mampu membawa mereka pada kesempatan lebih besar di masa depan.

Semoga langkah inspiratif ini menjadi pemantik bagi siswa lainnya untuk terus berkarya, bereksperimen, dan berani mengekspresikan diri melalui film, desain visual, maupun seni kreatif lainnya. Dunia perfilman indie adalah ruang yang luas, dan hari ini siswa Diponegoro Depok telah membuktikan bahwa mereka layak berada di dalamnya. (*)

Share Whatsapp Share Facebook