Depok, 30 Mei 2026 — Pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, kembali menunjukkan daya juang luar biasa pada Race 1 Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC) 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mugello, Italia, Sabtu (30/5/2026). Meski harus memulai balapan dari posisi ke-16 akibat penalti, Ramadhipa tetap mampu menembus 10 besar dan mengamankan poin penting dengan finis di posisi ke-10.
Sebelumnya, pembalap binaan Honda Asia-Dream Racing Junior Team itu sebenarnya tampil sangat impresif pada sesi kualifikasi. Ramadhipa berhasil mencatatkan waktu tercepat keempat (P4), hasil yang seharusnya menempatkannya di barisan depan saat balapan dimulai.
Namun, steward menjatuhkan hukuman penalti 12 posisi grid kepada Ramadhipa setelah sesi kualifikasi. Akibatnya, posisi start-nya turun dari P4 menjadi P16. Meski demikian, hal tersebut tidak membuat pembalap asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu kehilangan semangat bertarung.
Balapan berlangsung dalam kondisi yang cukup menantang. Temperatur lintasan yang mulai menurun membuat persaingan semakin ketat sejak lap pertama. Saat lampu start padam, Ramadhipa langsung melakukan start yang baik dan berhasil naik ke posisi ke-14 setelah melewati tikungan pertama San Donato.
Perlahan namun pasti, Ramadhipa terus memperbaiki posisinya. Pada lap kedua ia naik ke posisi ke-13, kemudian menembus posisi ke-12 pada awal lap ketiga. Tidak berhenti di situ, pembalap bernomor 32 tersebut bahkan sempat merangsek hingga posisi ke-9 setelah melakukan beberapa manuver penting terhadap rival-rivalnya.
Persaingan khas Red Bull Rookies Cup yang sangat rapat membuat posisi para pembalap terus berubah hampir di setiap lap. Pada lap keenam, Ramadhipa kembali menunjukkan kecepatannya dengan naik hingga posisi ke-11, sebelum akhirnya sempat melesat sampai posisi keempat dan bergabung dengan kelompok terdepan.
Memasuki pertengahan balapan, situasi semakin sulit diprediksi. Beberapa insiden kecelakaan terjadi di lintasan sehingga bendera kuning (yellow flag) beberapa kali dikibarkan oleh marshal. Ketatnya persaingan dan efek slipstream di lintasan lurus Mugello membuat posisi terus berubah dengan sangat cepat. Dalam kondisi tersebut, Ramadhipa sempat turun hingga posisi ke-15 pada lap ketujuh sebelum kembali merangkak naik ke posisi ke-10 dan ke-9 pada lap-lap berikutnya.
Perjuangan Ramadhipa belum berhenti. Pada lap ke-11, ia kembali menunjukkan performa impresif dengan naik ke posisi ketujuh, bahkan sempat berada di posisi kelima pada sektor kedua. Tak lama kemudian, Ramadhipa kembali merangsek hingga posisi keempat pada sektor kedua lap ke-12, memperlihatkan bahwa kecepatannya benar-benar mampu bersaing dengan kelompok podium.
Sayangnya, sengitnya pertarungan antarpembalap membuat posisinya kembali berubah menjelang akhir lomba. Pada lap terakhir, Ramadhipa harus berjuang keras di tengah rombongan besar pembalap yang saling berebut posisi hingga akhirnya menyentuh garis finis di urutan ke-10. Sementara itu, kemenangan Race 1 Mugello berhasil diraih oleh pembalap Jepang, Ryota Ogiwara.
Meski belum berhasil meraih podium, hasil ini tetap menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Start dari posisi ke-16 akibat penalti dan mampu finis di posisi ke-10 menunjukkan mental bertarung serta kemampuan balap yang semakin matang dari Ramadhipa. Kecepatannya yang beberapa kali membawanya masuk kelompok depan menjadi sinyal positif untuk menghadapi Race 2 dan seri-seri berikutnya.
Bagi keluarga besar SMK Diponegoro Depok, perjuangan Ramadhipa di level internasional tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Sosok pembalap muda Indonesia tersebut terus menunjukkan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu membawa anak bangsa bersaing di panggung dunia. Dengan usia yang masih sangat muda, peluang Ramadhipa untuk terus berkembang dan mengharumkan nama Indonesia masih terbuka sangat lebar, (*)