KOLOM

Belajar dari Genteng

Belajar dari Genteng

Oleh: K. M. Zaidun Khadirin, LC, M.Hum.

Genteng terbuat dari tanah, posisinya selalu dibawah dan diinjak-injak. Namun setelah menjadi genteng, posisinya menjadi diatas. 

 

Tanah menjadi genteng tidak serta merta, atau tiba-tiba begitu saja. Semua melalui proses panjang dan mengerikan. Tanah dicangkul, diaduk-aduk, dipukul-pukul, di tekan/press, dijemur, dibakar, dan dilempar ke atas. 

 

Begitu juga dengan santri di PP. Pangeran Diponegoro. Dituntut mengaji, bahtsul masa'il, menghafalkan, dan seabrek kegiatan. Melanggar dihukum dengan mengaji berdiri, berpanasan ria dan lain sebagainya. Mungkin bagi sebagian santri, itu semua adalah menjengkelkan, tidak mengasikkan, dan tidak mengenakkan. Namun tujuan itu semua adalah untuk membentuk santri handal dan mulia dimasa depan.

 

Imam Syafi'i mengatakan : "Barang siapa yang tidak mau merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat, maka bersiaplah untuk menanggung kebodohan sepanjang hayat." Demikian, semoga bermanfaat.

 

 

Pojok Aula Diponegoro

Sabtu, 23 Agustus 2025

Share Whatsapp Share Facebook