Menjahit Mimpi, Menjalin Inspirasi: Perjalanan Panjang Siti Fatimatuzahra, Alumni DPB SMK Diponegoro Depok dan Pendiri Faza Butik

Menjahit Mimpi, Menjalin Inspirasi: Perjalanan Panjang Siti Fatimatuzahra, Alumni DPB SMK Diponegoro Depok dan Pendiri Faza Butik

Depok - Di sebuah sudut Kalasan, Sleman, berdiri sebuah butik yang kehangatannya memikat siapa pun yang datang. Butik itu bernama Faza Butik, sebuah ruang kreatif gaun-gaun elegan, kebaya modern, gamis syar’i, hingga busana pengantin yang memancarkan keanggunan. Di balik teguhnya bisnis ini, terdapat sosok perempuan muda yang lembut tutur kata namun kuat tekadnya—Siti Fatimatuzahra, alumni SMK Diponegoro Depok, jurusan Desain dan Produksi Busana (DPB), dahulu Bernama Tata Busana (TB) angkatan 2013.

Perjalanan Zahra (panggilan akrab Siti Fatimatuzahra) bukanlah perjalanan yang lurus dan mudah, tetapi perjalanan yang dijahit dari keberanian, cinta keluarga, ketekunan belajar, dan semangat untuk terus bermanfaat. Kini, ia menjadi salah satu alumni yang tidak hanya sukses berwirausaha, tetapi juga kembali memberi kontribusi nyata bagi almamaternya.

Siswa Teladan Sejak di Bangku SMK

Semasa belajar di SMK Diponegoro Depok, Zahra sudah menonjol dalam banyak hal. Ia unggul secara akademik, aktif dalam kegiatan non-akademik, memegang peran dalam organisasi siswa, serta dikenal berperilaku santun dan bertanggung jawab. Kombinasi kualitas itu menjadikannya siswa teladan, sebuah gelar yang melekat kuat dan menjadi bagian dari pembentukan karakter dirinya hingga saat ini.

Di ruang praktik kerja jurusan DPB, Zahra menemukan dunia yang membuatnya jatuh cinta: dunia pola, desain, kain, dan estetika. Setiap tugas praktik dijalani bukan sebagai kewajiban, tetapi sebagai proses berkarya. Di sinilah dasar-dasar profesionalisme, ketelitian, dan kreativitasnya ditempa.

Kegigihan Zahra sejak masa sekolah juga dikenang kuat oleh para gurunya. Ibu Uswatun Chasanah, S.Pd., selaku Ketua Kompetensi Keahlian (K3) DPB, menuturkan bahwa jiwa wirausaha Zahra sudah tampak sejak masih duduk di bangku SMK. Menurutnya, Zahra dikenal sebagai siswa yang gigih, tekun, dan pekerja keras, serta tidak sungkan berusaha mandiri. Bahkan di usia sekolah, Zahra sudah terbiasa menjual pernak-pernik hasil karyanya dan menerima jahitan sebagai bentuk ikhtiar untuk membantu membiayai kebutuhan sekolahnya sendiri. Sikap mandiri itu, kata beliau, lahir bukan dari keterpaksaan, melainkan dari kemauan kuat dan mental wirausaha yang tumbuh secara alami..

Menimba Ilmu di UNY dan Tumbuhnya Benih Usaha

Setelah lulus, Zahra melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), jurusan Teknik Busana. Ia menjalani kehidupan kampus sembari bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhannya. Pada masa ini, pesanan jahitan mulai berdatangan—mulai dari seragam keluarga, kebaya wisuda, hingga gaun pesta.

Dari ruang jahit yang sederhana, Zahra mulai menerima pelanggan satu per satu. Kepuasan pelanggan menyebar dari mulut ke mulut. Karya-karyanya memikat bukan hanya karena rapi, tetapi juga karena memiliki karakter estetika yang kuat.

Dalam suasana belajar dan bekerja itulah, ia menghadapi masa yang menguji kedewasaan hatinya. Ketika keluarga berada dalam masa yang membutuhkan perhatian lebih, Zahra memilih menghentikan kuliahnya dan memfokuskan diri membantu keluarga serta mengembangkan usahanya. Keputusan itu ia ambil dengan lembut, penuh tanggung jawab—dan keputusan itu menjadi titik balik yang membawanya pada jalan wirausaha yang ia jalani hingga kini.

Sosok Zahra juga meninggalkan kesan mendalam bagi Rina Wulandari, S.Pd., guru yang diakui Zahra sebagai figur berpengaruh dalam perjalanan hidupnya. Dengan nada haru dan penuh kebanggaan, Ibu Rina menyampaikan kekagumannya terhadap keteguhan Zahra.

Ia menuturkan bahwa dalam fase hidup yang tidak mudah, Zahra menunjukkan kedewasaan yang luar biasa. Ketika keluarga berada dalam kondisi yang membutuhkan penopang, Zahra tampil sebagai sosok yang menguatkan dan bertanggung jawab, melanjutkan peran untuk memastikan adik-adiknya tetap dapat bersekolah dengan baik.

“Saya salut dengan Mbak Zahra,di tengah ujian hidup yang berat, ia tetap berdiri tegak, bekerja keras, dan tidak pernah menyerah. Itu bukan hanya keberhasilan usaha, tapi keberhasilan karakter” ungkap Ibu Rina.

Berdirinya Faza Butik: Ruang Karya, Ruang Keberkahan

Pada tahun 2014, Zahra secara resmi menamai usahanya Faza Butik (By Fatimah Zahro). Butik ini berlokasi di Kalasan, Sleman, Yogyakarta, dan menjadi ruang berkarya sekaligus pusat layanan busana yang ia kelola secara profesional. Melalui WhatsApp di nomor 0857-4334-8755, pelanggan dapat berkonsultasi langsung terkait desain dan pemesanan, sementara portofolio karya serta aktivitas butik dapat diikuti melalui akun Instagram @faza_butik. Kehadiran Faza Butik tidak hanya menjadi sarana usaha, tetapi juga wujud komitmen Zahra dalam menghadirkan layanan busana yang personal, rapi, dan terpercaya.Layanan yang diberikan Faza Butik

Faza Butik melayani pembuatan berbagai jenis busana custom dengan pendekatan personal dan detail yang matang. Layanan yang tersedia meliputi gaun pengantin, kebaya wisuda, kebaya modern, evening gown atau gown dress elegant, hingga gamis syar’i dan busana muslimah eksklusif. Selain itu, Faza Butik juga menerima pembuatan seragam untuk instansi, keluarga, maupun kebutuhan acara tertentu, serta merancang busana wanita harian dan busana pesta sesuai karakter pemakainya. Setiap proses diawali dengan konsultasi desain, sehingga seluruh layanan dikerjakan secara langsung dan personal oleh Zahra, memastikan setiap detail busana benar-benar selaras dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan.

Reputasi Faza Butik tumbuh pesat. Bahkan, salah satu pelanggan memberikan testimoni bahwa Zahra mampu menyelesaikan satu gaun hanya dalam tiga hari—tetap dengan hasil yang menawan. Kecepatan, fleksibilitas, dan kualitas menjadi keunggulan butik ini.

Jejak Prestasi Faza Butik

Seiring waktu, konsistensi dalam menjaga kualitas dan ketelitian dalam setiap proses kerja membawa Faza Butik melangkah lebih jauh. Karya-karyanya tidak hanya mendapat kepercayaan pelanggan lokal, tetapi juga mulai dikenal dalam ruang yang lebih luas. Dari proyek berskala besar hingga kepercayaan dari berbagai kalangan profesional, Faza Butik menorehkan jejak prestasi yang menjadi penanda bahwa usaha yang dibangun dengan kesungguhan dan integritas akan menemukan pengakuannya sendiri.

Beberapa prestasi yang pernah ditorehkan Faza Butik antara lain;

  1. Pernah mengerjakan 30 kostum untuk Bali International Choir Festival, dan karyanya mendapat penghargaan Best Costume.
  2. Pernah menjahit busana untuk fashion show anak antarnegara (Indonesia–Malaysia–Singapura).
  3. Banyak pelanggan berasal dari kalangan profesional: dokter, dosen, dan tenaga pendidik.

Kini, Faza Butik tidak hanya dikenal sebagai tempat usaha, tetapi telah menorehkan jejak prestasi yang membanggakan dalam dunia busana. Konsistensi dalam menjaga kualitas jahitan, ketepatan desain, dan profesionalisme layanan mengantarkan Faza Butik memperoleh kepercayaan untuk mengerjakan berbagai proyek penting. Dari keterlibatan dalam ajang berskala internasional hingga kepercayaan pelanggan dari kalangan profesional, setiap capaian menjadi penanda bahwa karya yang dikerjakan dengan standar tinggi akan menemukan pengakuannya. Jejak prestasi tersebut tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang menuntut ketekunan, disiplin, dan komitmen terhadap mutu—nilai-nilai yang terus dijaga dan dikembangkan oleh Faza Butik hingga hari ini.

Menjadi Mitra DUDI dan Penggerak Inspirasi di SMK Diponegoro Depok

Hubungan Zahra dengan SMK Diponegoro Depok tetap terjalin erat. Ia beberapa kali kembali sebagai narasumber motivasi, menginspirasi siswa tentang keberanian memulai usaha, kesungguhan belajar, dan pentingnya memiliki keterampilan praktis. Tidak berhenti sampai di situ. Faza Butik kini menjadi tempat PKL (Praktik Kerja Lapangan) bagi siswa jurusan DPB. Zahra membuka pintu butiknya selebar-lebarnya untuk adik-adik kelas yang ingin belajar dunia nyata industri fashion.

Di ruang kerja butik itulah siswa DPB belajar secara langsung tentang:

  1. manajemen waktu produksi,
  2. menghadapi pelanggan,
  3. konsultasi desain,
  4. pemilihan bahan,
  5. hingga teknik penyelesaian busana premium.

Di ruang kerja Faza Butik inilah siswa-siswi jurusan Desain dan Produksi Busana (DPB) SMK Diponegoro Depok memperoleh pengalaman belajar yang sesungguhnya. Mereka tidak hanya mengamati proses, tetapi terlibat langsung dalam ritme kerja industri fashion—mulai dari manajemen waktu produksi, bagaimana menyusun prioritas dan memenuhi tenggat, hingga cara menghadapi dan melayani pelanggan dengan sikap profesional. Siswa juga belajar melakukan konsultasi desain, menerjemahkan keinginan pelanggan ke dalam rancangan yang aplikatif, memilih bahan yang tepat sesuai fungsi dan estetika, serta memahami teknik penyelesaian busana premium yang menuntut ketelitian tinggi.

Lebih dari sekadar tempat praktik, Faza Butik menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang menjembatani teori di sekolah dengan kebutuhan nyata dunia kerja. Kehadiran butik ini sebagai lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) mencerminkan kolaborasi ideal antara alumni, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta sekolah, sebuah kekuatan yang terus dibangun oleh SMK Diponegoro Depok dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga siap menghadapi tantangan profesional secara utuh.

Nasihat Lembut untuk Adik-adik Kelas

Ketika diminta memberikan pesan kepada siswa SMK Diponegoro Depok, khususnya jurusan Desain dan Produksi Busana (DPB), Zahra menyampaikannya dengan nada tenang namun penuh keyakinan. Ia tidak memilih kata-kata yang rumit, melainkan pesan sederhana yang lahir dari pengalaman hidup yang ia jalani sendiri:

“Terus semangat, ibadah yang kuat, gali potensi diri, dan tentukan pilihan hidupmu. Bekal dari SMK sangat cukup untuk mengantarkan kita pada jalan kebaikan.”

Bagi Zahra, keterampilan yang dipelajari di SMK bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi fondasi emas yang membentuk cara berpikir, etos kerja, dan keberanian untuk melangkah. Ia meyakini bahwa siswa-siswi DPB memiliki peluang yang sangat luas untuk berkarya di dunia fashion, baik sebagai pekerja profesional maupun wirausahawan, selama mereka mau terus belajar dan tidak takut memulai dari langkah kecil. Pengalaman pribadinya menjadi bukti bahwa ketekunan, disiplin, dan kepercayaan pada proses akan membuka jalan—bahkan ketika situasi hidup menuntut pilihan yang tidak mudah. Pesan itu ia sampaikan sebagai penguat, agar para siswa tetap yakin pada kemampuan diri dan tidak ragu menapaki masa depan dengan keterampilan yang telah mereka miliki.

Penutup: Dari SMK Diponegoro Depok untuk Indonesia yang Berkarya

Kisah Siti Fatimatuzahra adalah gambaran indah tentang kekuatan pendidikan vokasi. Ia memulai dari ruang praktik sederhana di SMK Diponegoro Depok, melanjutkan ke dunia kampus, menghadapi ujian hidup dengan elegan, lalu bangkit membangun usaha yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan almamaternya. Ia membuktikan bahwa lulusan SMK tidak hanya siap kerja—tetapi siap menciptakan kerja.

Bahwa keterampilan adalah pintu rezeki. Dan bahwa seorang alumni bisa tetap menjadi cahaya bagi sekolahnya, meski langkahnya sudah jauh melangkah. Melalui Faza Butik, Zahra terus menjahit mimpi banyak orang—termasuk mimpi SMK Diponegoro Depok untuk melahirkan generasi berkarakter, kreatif, dan berdaya saing tinggi

Melalui kisah ini, SMK Diponegoro Depok kembali meneguhkan perannya sebagai sekolah yang menyiapkan generasi muda dengan keterampilan relevan, mental mandiri, dan nilai-nilai kehidupan. Sebuah bekal penting bagi siapa pun yang ingin melangkah pasti, menata masa depan, dan kelak kembali memberi arti—sebagaimana yang dilakukan oleh Siti Fatimatuzahra. (*)

Share Whatsapp Share Facebook