Sleman, Yogyakarta - Kaligrafi menjadi keindahan tersendiri bagi pelukis. Kaligrafi merupakan seni menulis indah dengan merangkai berbagai bentuk huruf sambil mempertimbangkan tata letak yang tepat, agar menciptakan tulisan yang tersusun indah dan bernilai seni tinggi.
Pada abad ke-12 mulai bermunculan pengrajin kaligrafi yang beradu kreativitas dalam seni memahat pembuatan kaligrafi. Seiring berjalannya waktu, seni kaligrafi di Indonesia mulai berkembang pesat. Pada abad ke-18 hingga abad ke-20, semakin banyak pengrajin kaligrafi di Indonesia yang menciptakan seni kriya dengan menggunakan berbagai media. Baik itu pembuatan seni kaligrafi di kertas, kayu, logam, hingga kaca bening.
Pengrajin dan pelukis kaligrafi juga tersemat pada skill salah satu siswi SMK Diponegoro Depok. Nurul Haeda, siswi kelas XII DKV kerap menjuarai berbagai event lomba kaligrafi.
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyelenggarakan event Arabic World Festival sebagai wujud pencarian skill dari berbagai lini untuk berkontestasi. Salah satunya terdapat lomba kaligrafi.
Tidak tanggung-tanggung Nurul Haeda sebagai kontingen dari SMK Diponegoro Depok menjuarai event tersebut dengan menyandang Juara 1 Kaligrafi Event Arabic World Festival di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
"Alhamdulillah saya kembali dipercaya oleh SMK Diponegoro Depok untuk ikut lomba di UAD, dan syukur pula saya dapat meraih apa yang saya impikan". Terang Nurul Haeda.
Kepala Sekolah SMK Diponegoro Depok juga tidak henti-hentinya memotivasi siswa dalam meraih dan merajut prestasi. Beliau mendukung penuh upaya siswa dalam menyalurkan skillnya di berbagai event.
" Saya sangat bangga jika terdapat siswa-siswi dan mengembangkan skillnya di luar sekolah. Dan, sekolah akan memfasilitasi untuk siswa-siswi yang ingin ikut lomba di berbagai event". Jelas Kepala Sekolah SMK Diponegoro Depok.
Event tersebut diselenggarakan pada tanggal 7-8 Januari 2024 yang bertempat di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang diikuti oleh kontingen-kontingen yang terdiri dari siswa, mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia.
"Saya bersyukur, meskipun masih siswa, bisa menyaingi mahasiswa untuk berkontestasi di dunia kaligrafi". Lanjut Nurul Haeda.
Lail/Red.