Depok 20 April 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMK Diponegoro Depok. Salah satu siswanya, M. Farkhan Faridho, siswa Desain Komunikasi Visual (DKV) kelas XII, berhasil menembus seleksi tahap awal (administrasi) dalam program nasional Proyek Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) SMK Tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa karya siswa SMK tidak hanya berkembang di ruang kelas, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional melalui usaha nyata berbasis industri kreatif.
Program PKK SMK merupakan inisiatif resmi pemerintah yang dirancang untuk menumbuhkan wirausaha muda melalui proses seleksi ketat dan berjenjang. Tidak semua peserta dapat lolos pada tahap awal, sehingga keberhasilan Faridho melalui usaha “MF Livery” menempatkannya sebagai bagian dari peserta terpilih tingkat nasional tahap awal, sebuah capaian yang setara dengan prestasi nasional berbasis inovasi dan karya.
MF Livery merupakan usaha jasa desain yang bergerak di bidang pembuatan desain visual kendaraan atau livery, yaitu tampilan grafis pada bagian luar kendaraan seperti bus, truk, dan mobil yang berfungsi sebagai identitas sekaligus estetika visual kendaraan. Dalam dunia otomotif, livery bukan sekadar hiasan, tetapi menjadi “seragam” atau ciri khas yang membedakan satu kendaraan dengan lainnya serta memperkuat identitas pemiliknya .
Melalui sentuhan kreativitas dan penguasaan desain digital, Faridho mampu menghasilkan berbagai karya livery dengan karakter visual yang kuat, detail, dan mengikuti tren desain modern. Hal ini tercermin dari portofolio karya yang telah dipublikasikan secara aktif melalui media sosial resmi usaha, seperti Instagram di MF Livery Instagram dan TikTok di MF Livery TikTok. Melalui platform tersebut, berbagai desain bus dengan tampilan profesional, warna dinamis, serta komposisi grafis yang berani ditampilkan sebagai bukti nyata kemampuan dan konsistensi berkarya.
Keaktifan dalam memanfaatkan media sosial juga menjadi nilai tambah tersendiri, karena menunjukkan bahwa usaha yang dirintis tidak hanya fokus pada produksi desain, tetapi juga memahami pentingnya pemasaran digital di era industri kreatif saat ini. Fenomena ini sejalan dengan berkembangnya tren desain livery yang semakin diminati, baik di dunia nyata maupun digital, termasuk dalam komunitas otomotif dan simulasi kendaraan yang terus berkembang di Indonesia .
Keberhasilan ini sekaligus mencerminkan efektivitas pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang diterapkan di SMK Diponegoro Depok, di mana siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menjalankan usaha secara nyata, membangun portofolio, dan memasarkan karya secara langsung. Dengan pendekatan ini, siswa didorong untuk menjadi kreator sekaligus pelaku industri sejak dini.
Setelah dinyatakan lolos tahap administrasi, Faridho akan melanjutkan ke tahap berikutnya dalam program PKK SMK 2026, yang meliputi pembinaan usaha, pengembangan produk, hingga kemungkinan mengikuti presentasi atau showcase bisnis di tingkat nasional. Tahapan ini menjadi momentum penting untuk menguji sekaligus mengembangkan usaha yang telah dirintis agar mampu bersaing lebih luas.
Kepala SMK Diponegoro Depok menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bukti bahwa siswa mampu menjawab tantangan zaman melalui karya nyata dan keberanian untuk memulai. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan membangun usaha sejak dini, karena dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat lahir prestasi besar di tingkat nasional.
Dengan keberhasilan ini, SMK Diponegoro Depok kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi pencipta lapangan kerja. Kehadiran MF Livery sebagai usaha siswa menjadi bukti nyata bahwa kreativitas, ketika dipadukan dengan ketekunan dan keberanian, mampu membawa nama sekolah ke panggung prestasi nasional melalui karya yang bernilai dan berdampak.(*)