Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Persiapan ANBK oleh Tim (Foto: Dita)
Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya kesenjangan antarkelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan Pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antardaerah, atau pun kesenjangan antarkelompok berdasarkan atribut tertentu). Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran. (Sumber: https://anbk.kemdikbud.go.id/)
Setelah melaksanakan persiapan cukup lama, SMK Diponegoro Depok siap mengikuti dan melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2021. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dita Dwigus Wijayanti, M.Pd menyatakan, ANBK akan dilaksanakan pada tanggal 20-21 September 2021 yang diikuti oleh 30 siswa dan 5 siswa cadangan, seluruhnya siswa kelas XI TBSM. Ia mengatakan jumlah peserta ANBK Tahun 2021 ini bukan kebijakan sekolah tetapi telah ditentukan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, melalui sistem dapodik. Tidak semua siswa kelas XI mengikuti ANBK, hanya sampling acak. Intinya sekolah tidak ada campur tangan terkait penetapan kuota peserta.
Untuk lancarnya ANBK ini SMK Diponegoro Depok menyiapkan ruangan laboratorium komputer dengan 35 komputer. Mudah-mudahan ANBK dapat berjalan dengan lancar tidak terganggu oleh jaringan internet maupun gangguan pemadaman listrik.