Depok — Perjuangan dua siswa SMK Diponegoro Depok, Fauzan Fahrezi dan Muhammad Irsyadul Ngibad dari kelas XI TSM 1, dalam ajang Lomba Pengecatan Kategori Pelajar Umum pada Samuraian Festival 2025 di Jogja Expo Center (JEC) telah selesai dengan penuh semangat dan dedikasi.
Meski belum berhasil masuk nominasi pemenang, tim SMK Diponegoro Depok menunjukkan kerja keras dan kreativitas tinggi sepanjang perlombaan. Dengan bimbingan Bapak Rahmat Yunanto, S.Pd., mereka menampilkan karya pengecatan tangki motor menggunakan produk Samurai Kurobushi, memadukan teknik semprot yang rapi dengan konsep harmonisasi warna (color harmony) yang menarik.
Kepala SMK Diponegoro Depok, Bapak Moh. Afifi, S.Th.I., menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan guru pembimbing atas usaha yang luar biasa.
“Kami tetap bangga dengan perjuangan anak-anak. Ajang ini bukan hanya tentang menang, tapi tentang pengalaman belajar, keberanian mencoba, dan bukti bahwa siswa SMK Diponegoro Depok siap bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Jurusan TSM, Bapak Nur Febriyanta, S.Pd., menambahkan bahwa pengalaman ini menjadi langkah penting bagi pengembangan potensi siswa di bidang otomotif.
“Hasil bukan segalanya. Yang terpenting, siswa mendapatkan pengalaman nyata, belajar teknik industri pengecatan langsung dari ahlinya, dan membangun kepercayaan diri untuk tampil di event berikutnya,” tuturnya.
Keikutsertaan ini juga menjadi sarana pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang memperkuat kompetensi siswa dalam bidang otomotif, desain, dan kreativitas. Sekolah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar di tahun-tahun berikutnya, tim SMK Diponegoro Depok bisa tampil lebih matang dan bersaing di tingkat lebih tinggi.
Dengan semangat pantang menyerah, SMK Diponegoro Depok membuktikan bahwa setiap proses adalah bagian dari prestasi.
Gagal bukan berarti kalah — justru menjadi bahan bakar untuk sukses di kesempatan berikutnya.*
R