Tidak ada contekan dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Yang diuji bukan hafalan, melainkan kemampuan nyata. Di SMK Diponegoro Depok, UKK 2026 menjadi panggung pembuktian bahwa siswa benar-benar siap kerja—melalui karya, keterampilan, dan performa langsung di hadapan asesor.
Depok, 10 April 2026 - SMK Diponegoro Depok kembali menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun 2026 sebagai bagian utama dalam penentuan kelulusan siswa kelas XII. Berbeda dengan ujian akademik pada umumnya, UKK menitikberatkan pada kompetensi keahlian siswa SMK yang diwujudkan dalam praktik nyata sesuai bidang masing-masing.
Rangkaian UKK diawali dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), kemudian dilanjutkan oleh jurusan Tata Busana dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) sepanjang April 2026. Kegiatan ini menjadi representasi nyata bahwa kelulusan siswa SMK ditentukan oleh keterampilan, bukan sekadar nilai teori.
Pada jurusan DKV, siswa mengerjakan proyek rebranding UMKM kuliner melalui tahapan kerja industri, mulai dari riset produk, penyusunan konsep (design brief), pembuatan desain visual, hingga presentasi. Penilaian menghadirkan asesor eksternal, Sudaryanto dari Studio E&E Media Kreatif, yang memastikan standar penilaian sesuai kebutuhan dunia kerja kreatif.
Selanjutnya, jurusan Tata Busana melaksanakan Uji Sertifikasi Kompetensi LSP P-1 pada 9–10 April 2026. Dalam kegiatan ini, siswa diuji berdasarkan standar industri fashion, meliputi ketepatan teknik menjahit, kerapian hasil, serta kesesuaian desain. Sertifikasi ini menjadi nilai tambah karena memberikan pengakuan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja.
Sementara itu, jurusan TBSM melaksanakan UKK pada 9–14 April 2026 dengan model praktik langsung di bengkel. Siswa diuji dalam keterampilan teknis perawatan dan perbaikan sepeda motor, mulai dari diagnosa kerusakan hingga proses perbaikan. Seluruh pekerjaan dilakukan secara mandiri sesuai prosedur kerja industri otomotif.
Pelaksanaan UKK di SMK Diponegoro Depok menunjukkan bahwa ujian berbasis keterampilan tidak memberikan ruang untuk menyontek. Setiap siswa dinilai dari proses kerja, ketepatan, hingga hasil akhir yang dapat dilihat dan diukur secara langsung.
Melalui UKK 2026, SMK Diponegoro Depok menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap kerja, kompeten, dan mampu bersaing di dunia industri maupun berwirausaha. UKK bukan sekadar ujian akhir, tetapi menjadi langkah awal bagi siswa untuk membuktikan diri di dunia nyata.(*)