Depok, 6 April 2026 - SMK Diponegoro Depok kembali menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Mandiri bagi siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) pada 6 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam sistem penilaian akhir siswa SMK yang menitikberatkan pada kompetensi keahlian sebagai standar utama kelulusan.
Berbeda dengan sekolah umum, lulusan SMK dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menunjukkan keterampilan nyata sesuai bidangnya. Oleh karena itu, UKK menjadi ajang pembuktian kemampuan siswa dalam menghadirkan karya yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pelaksanaan UKK Desain Komunikasi Visual, menghadirkan asesor eksternal, Sudaryanto dari Studio E&E Media Kreatif, serta asesor internal Bapak Ahlis Sofyan Nuswantoro, M.Pd.
Sebagai lembaga pelatihan industri kreatif, Studio E&E Media Kreatif dikenal aktif dalam pengembangan kompetensi di bidang desain, multimedia, dan branding UMKM. Keterlibatan industri ini memastikan bahwa penilaian UKK sesuai dengan standar profesional.
Pada UKK tahun ini, siswa mengerjakan tugas ujian dengan fokus pada proyek rebranding UMKM kuliner. Proyek ini dirancang menyerupai alur kerja nyata di industri kreatif.
Seluruh proses dikerjakan dalam waktu 20 JPL selama tiga hari, meliputi: riset produk, penyusunan konsep (design brief), pembuatan logo, fotografi produk, desain media promosi (menu & poster), penyusunan portofolio serta presentasi karya.
Asesor eksternal hadir pada hari terakhir untuk menilai tahap presentasi sebagai bentuk pembuktian hasil karya siswa.
Melalui UKK ini, siswa diuji tidak hanya dari hasil desain, tetapi juga dari cara berpikir, kreativitas, serta kemampuan komunikasi. Hal ini sejalan dengan tujuan SMK untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.
Dengan pendekatan berbasis proyek nyata, SMK Diponegoro Depok terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya “lulus secara administratif”, tetapi benar-benar memiliki kompetensi dan daya saing di dunia kerja. (*)