Belajar Batik Kayu dan Ecoprint di Sanggar Punokawan Krebet, Siswa Kelas XI SMK Diponegoro Depok Asah Kreativitas dan Cintai Budaya Lokal

Belajar Batik Kayu dan Ecoprint di Sanggar Punokawan Krebet, Siswa Kelas XI SMK Diponegoro Depok Asah Kreativitas dan Cintai Budaya Lokal

Depok, 14 Juli 2026 – Semangat dan antusiasme terlihat dari seluruh siswa kelas XI SMK Diponegoro Depok Sleman saat mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas di Sanggar Punokawan, Sentra Batik Kayu Krebet, Pajangan, Bantul. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dari semua program keahlian ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan awal Tahun Ajaran 2026/2027 untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual sekaligus mengenalkan potensi industri kreatif berbasis budaya lokal.

Siswa Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Desain Komunikasi Visual (DKV) mengikuti pelatihan membatik pada media kayu berupa gantungan kunci, sedangkan siswa Desain dan Produksi Busana (DPB) mempelajari teknik membatik ecoprint pada media kain.

Kegiatan membatik media kayu diawali dengan pengenalan profil usaha kerajinan batik kayu Krebet yang telah dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan unggulan Kabupaten Bantul. Para instruktur menjelaskan sejarah berkembangnya batik kayu sekaligus memperlihatkan berbagai hasil karya yang telah dipasarkan, seperti wayang batik, topeng kayu, asbak, hiasan dinding, miniatur, hingga berbagai produk kerajinan kayu bernilai seni dan ekonomi tinggi.

Setelah memperoleh gambaran mengenai proses dan produk batik kayu, para siswa langsung mengikuti praktik membatik pada media gantungan kunci yang telah disiapkan lengkap dengan pola motifnya. Sebelum mulai mencanting, instruktur memberikan contoh teknik memegang canting yang benar, cara mengambil malam panas secukupnya, serta teknik mengalirkan malam mengikuti pola agar menghasilkan garis batik yang rapi.

Suasana praktik berlangsung penuh semangat. Para siswa tampak antusias mencoba menggunakan canting untuk pertama kalinya pada media kayu. Dengan penuh ketelitian mereka mengikuti setiap tahapan yang diarahkan instruktur hingga seluruh pola tertutup malam.

Setelah proses mencanting selesai, siswa menyaksikan demonstrasi yang dilakukan oleh instruktur mengenai tahapan berikutnya, yaitu proses pewarnaan pada media kayu, dilanjutkan dengan pelorodan untuk menghilangkan lapisan malam sehingga motif batik tampak lebih jelas dan menarik. Melalui demonstrasi tersebut, siswa memperoleh pemahaman utuh mengenai seluruh proses pembuatan batik kayu, mulai dari tahap awal hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan.

Sementara itu, siswa Program Keahlian Desain dan Produksi Busana (DPB) mengikuti praktik ecoprint, yaitu teknik membatik ramah lingkungan dengan memanfaatkan daun, bunga, dan bahan-bahan alami sebagai pembentuk motif pada kain. Kegiatan diawali dengan persiapan kain, penataan berbagai jenis daun dan bunga sesuai komposisi yang diinginkan, kemudian kain digulung dan dikukus agar pigmen alami berpindah ke permukaan kain. Setelah didinginkan dan dibuka, setiap siswa memperoleh motif ecoprint yang unik karena tidak ada dua hasil yang benar-benar sama.

Di sela-sela kegiatan, para siswa juga berkesempatan melakukan kunjungan edukatif ke industri pengolahan kayu yang berada di sekitar Sanggar Punokawan. Dalam kunjungan tersebut, siswa melihat secara langsung proses produksi berbagai kerajinan dan mebel berbahan kayu yang diproduksi untuk memenuhi pasar ekspor. Mereka memperoleh wawasan mengenai tahapan produksi, penggunaan peralatan modern, standar kualitas produk, hingga peluang usaha dan dunia kerja pada sektor industri kreatif berbasis kayu.

Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya melatih kreativitas dan keterampilan, tetapi juga memperluas wawasan siswa mengenai potensi ekonomi kreatif yang berkembang di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui interaksi langsung dengan para pengrajin dan pelaku industri, siswa dapat memahami bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan pengembangan industri yang mampu bersaing di pasar internasional.

Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat hingga akhir. Pengalaman membatik, mengenal industri kreatif, serta menyaksikan proses produksi mebel ekspor diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, ketelitian, jiwa kewirausahaan, dan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen SMK Diponegoro Depok dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik, sejalan dengan semangat membentuk lulusan yang UTAMA (Unggul, Terampil, Agamis, Mandiri, dan berAkhlakul Karimah). (*)

Share Whatsapp Share Facebook