KH Syakir Ali: Setiap Kemajuan Harus Menjadi Pijakan untuk Melangkah Lebih Tinggi

KH Syakir Ali: Setiap Kemajuan Harus Menjadi Pijakan untuk Melangkah Lebih Tinggi

Depok, 14 September 2026- Pembina Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Drs. KH Syakir Ali, M.Si., memberikan pembinaan kepada guru dan karyawan SMK Diponegoro Depok. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk memperkuat muroqobah, yakni kesadaran bahwa setiap aktivitas dan pengabdian yang dilakukan senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT.

Pesan tentang muroqobah menjadi bagian penting dalam menjaga semangat pengabdian. Bekerja di lembaga pendidikan bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar dan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

KH Syakir Ali mengingatkan bahwa keberhasilan hari ini tidak boleh membuat langkah esok menjadi lebih lambat. Semangat yang mengantarkan lembaga melewati masa-masa perjuangan harus tetap terjaga ketika kemajuan mulai dirasakan. Sebab, ketika kita berhenti berbenah, perkembangan zaman dan lembaga lain akan terus bergerak. Karena itu, setiap capaian hendaknya menjadi pijakan untuk melangkah lebih tinggi, bukan alasan untuk berhenti.

Dalam pembinaan tersebut, KH Syakir Ali juga mengajak guru dan karyawan melihat perjalanan lembaga secara utuh. Kemajuan yang tampak di lingkungan sekolah tidak terlepas dari berbagai ikhtiar yang dilakukan oleh banyak pihak, termasuk yayasan.

Menurutnya, yayasan terus memikirkan dan mengupayakan kemajuan seluruh lembaga yang berada di bawah naungannya. Berbagai ikhtiar tersebut tidak selalu tampak di permukaan karena sebagian besar berlangsung di balik layar. Karena itu, komunikasi dan sosialisasi antara yayasan dengan lembaga menjadi hal yang penting untuk terus diperkuat.

Pemahaman terhadap peran masing-masing akan menumbuhkan rasa memiliki sekaligus memperkuat kebersamaan. Kemajuan lembaga, menurut KH Syakir Ali, tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur di dalamnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan lembaga secara kuantitas sekaligus meningkatkan kualitas secara berkelanjutan. Jumlah peserta didik perlu dijaga agar lembaga dapat terus bertumbuh, sementara peningkatan mutu pendidikan harus menjadi ikhtiar bersama.

Suasana yang nyaman dalam proses pembelajaran juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Lingkungan sekolah yang kondusif akan mendukung guru dalam menjalankan pembelajaran sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang secara optimal. Kenyamanan, kedisiplinan, dan kualitas pembelajaran perlu berjalan beriringan.

Dalam kaitannya dengan SPMB, KH Syakir Ali mendorong seluruh guru dan karyawan untuk mengambil peran secara aktif. Upaya mendapatkan peserta didik baru bukan semata-mata menjadi tugas bagian tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama sebagai bagian dari keberlangsungan lembaga.

Guru diharapkan turut mengenalkan dan menyosialisasikan sekolah kepada calon peserta didik, termasuk menjangkau calon siswa dari luar daerah. Mereka yang berasal dari luar daerah dapat diarahkan untuk mengikuti pendidikan sekaligus mendapatkan pembinaan di lingkungan pondok pesantren.

Dengan demikian, pendidikan vokasi yang menjadi kekuatan SMK Diponegoro Depok dapat berjalan berdampingan dengan pembinaan keagamaan dan karakter pesantren.

Pembinaan KH Syakir Ali menjadi momentum untuk kembali melihat perjalanan lembaga dengan kesadaran yang lebih utuh: menjaga apa yang telah dicapai, memperbaiki apa yang masih kurang, dan terus bergerak menghadapi tantangan ke depan.

Sebab, lembaga yang bertumbuh bukan hanya lembaga yang mampu mencapai kemajuan, tetapi juga yang mampu menjaga semangat perjuangan setelah kemajuan itu diraih. (*)

Share Whatsapp Share Facebook