Galeri kegiatan

Mengintip Dapur Kreatif C59 Bandung, Siswa DPB SMK Diponegoro Depok Perluas Wawasan Industri Fesyen

Mengintip Dapur Kreatif C59 Bandung, Siswa DPB SMK Diponegoro Depok Perluas Wawasan Industri Fesyen

Depok, 15 Oktober 2026 — Di balik kaus dengan desain menarik, terdapat proses kreatif yang memadukan ide, keterampilan, dan ketelitian. Pengalaman mengenal proses tersebut dirasakan siswa kelas XI jurusan Desain dan Produksi Busana (DPB) SMK Diponegoro Depok dalam kunjungan industri ke PT Caladi Lima Sembilan (C59), Bandung, Kamis (15/10/2026).

Rombongan dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Nur Hanifa, S.Pd., bersama Ketua Kompetensi Keahlian (K3) DPB, Uswatun Chasanah, S.Pd., serta didampingi guru dan karyawan SMK Diponegoro Depok.

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperluas wawasan tentang industri fesyen, sekaligus mengenal penerapan desain pada produk tekstil. Tidak hanya memperoleh pengetahuan, siswa juga berkesempatan merasakan langsung proses produksi melalui praktik sablon manual.

Mengenal Proses Kreatif di Balik Produk C59

PT Caladi Lima Sembilan, yang dikenal dengan nama C59, merupakan salah satu merek clothing Indonesia yang dikenal melalui produk kaus dan desain kreatifnya. Usaha yang dirintis oleh Marius Widyarto atau Wiwied pada 1980 ini menjadi salah satu contoh perkembangan usaha kreatif di bidang fesyen.

Bagi siswa DPB, kunjungan ke C59 memberikan gambaran bahwa sebuah produk fesyen tidak hanya ditentukan oleh desain yang menarik. Proses produksi, pemilihan bahan, teknik pengerjaan, serta kualitas hasil akhir turut menentukan karakter dan daya tarik produk.

Wawasan ini relevan dengan kompetensi yang dipelajari di sekolah. Siswa tidak hanya perlu mampu merancang busana, tetapi juga memahami beragam teknik yang dapat diterapkan untuk mengembangkan produk tekstil agar lebih kreatif dan memiliki nilai tambah.

Mencoba Langsung Teknik Sablon Manual

Salah satu pengalaman menarik dalam kunjungan ini adalah kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan teknik sablon manual. Dengan menggunakan peralatan sablon, siswa mengenal proses menerapkan desain ke permukaan bahan melalui screen dan tinta sablon.

Praktik ini memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana desain visual diwujudkan menjadi gambar atau tulisan pada produk tekstil. Siswa dapat memahami bahwa proses tersebut membutuhkan ketepatan, pengendalian tinta, serta keterampilan dalam menggunakan peralatan agar hasil cetakan sesuai dengan desain yang diinginkan.

Bagi siswa DPB, pengalaman ini menjadi tambahan keterampilan yang bermanfaat dalam pengembangan produk fesyen. Teknik sablon manual dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkaya desain kaus, menciptakan produk dengan identitas visual tersendiri, maupun mengembangkan ide usaha kreatif.

Pengalaman praktik juga memberikan perspektif bahwa proses produksi tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas. Ketelitian, kesabaran, dan penguasaan teknik menjadi bagian penting untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Dari Keterampilan Menjadi Peluang Kreatif

Industri fesyen menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan gagasan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Penguasaan desain dan teknik produksi dapat menjadi modal untuk bekerja di industri pakaian, mengembangkan produk tekstil, maupun merintis usaha secara mandiri.

Melalui pengalaman di C59, siswa diharapkan semakin memahami bahwa keterampilan yang dipelajari di sekolah dapat dikembangkan ke berbagai bidang, termasuk produksi kaus dan produk fesyen berbasis desain kreatif.

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan keberanian bereksperimen, memperkaya referensi, dan mengembangkan kreativitas agar mampu menghasilkan karya yang menarik serta sesuai dengan kebutuhan pasar.

Belajar di Industri, Berkembang Melalui Karya

SMK Diponegoro Depok terus berupaya memperkaya pembelajaran dengan menghadirkan pengalaman yang menghubungkan kompetensi sekolah dengan praktik dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kunjungan industri ke C59 Bandung menjadi salah satu sarana bagi siswa DPB untuk mengenal lebih dekat proses kreatif sekaligus mempraktikkan keterampilan yang relevan dengan bidang keahlian mereka.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman baru, tetapi juga motivasi untuk terus mengasah keterampilan, meningkatkan kualitas karya, dan melihat peluang masa depan di industri fesyen.

Sebab, kreativitas akan semakin bermakna ketika mampu diwujudkan menjadi karya nyata. Dari desain hingga sablon, setiap proses menjadi bagian dari perjalanan siswa untuk tumbuh sebagai generasi yang terampil, kreatif, dan siap mengembangkan potensinya.(*)

 

Share Whatsapp Share Facebook