DEPOK, 20 Agustus 2026 – Masa jeda kompetisi Moto3 Junior World Championship dan Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dimanfaatkan pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, untuk pulang ke kampung halamannya di Yogyakarta. Namun, jeda kompetisi bukan berarti jeda untuk berkembang. Selama berada di tanah air, siswa SMK Diponegoro Depok tersebut tetap menjalani program latihan secara disiplin demi menjaga kebugaran dan performa menjelang putaran kedua musim balap di Spanyol.
Selain rutin berlatih dengan bersepeda dan menjalani latihan fisik di Stadion Mandala Krida, Kiandra juga menyempatkan diri mengunjungi SMK Diponegoro Depok, sekolah yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya. Kehadirannya disambut hangat oleh kepala sekolah, bapak dan ibu guru, tenaga kependidikan, teman-teman sekelas, serta adik-adik kelas yang baru bergabung sebagai peserta didik kelas X.
Bagi keluarga besar SMK Diponegoro Depok, kunjungan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi. Momen itu menjadi kesempatan bagi Kiandra untuk berbagi pengalaman tentang perjuangannya menembus kompetisi balap tingkat dunia. Ia menceritakan bahwa prestasi internasional tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dipenuhi latihan, disiplin, pengorbanan, dan semangat untuk terus belajar.
SMK Diponegoro Depok sendiri terus memberikan dukungan terhadap perjalanan karier Kiandra sebagai atlet. Sekolah memahami bahwa tuntutan mengikuti berbagai seri balap internasional membuat waktu belajarnya di sekolah tidak selalu sama seperti siswa pada umumnya. Karena itu, sekolah berupaya memberikan dukungan dan pengaturan pembelajaran yang memungkinkan Kiandra tetap menjalankan kewajibannya sebagai pelajar, sekaligus fokus mempersiapkan diri menghadapi setiap kompetisi.
Dukungan tersebut juga tercermin dari perhatian para guru yang selalu mengikuti perkembangan Kiandra. Di sela-sela aktivitas belajar mengajar, mereka kerap menanyakan jadwal balapan berikutnya dan memberikan semangat agar Kiandra dapat kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Bagi para guru, setiap seri balap menjadi momen yang dinantikan, karena mereka ingin melihat salah satu siswanya terus berkembang dan meraih hasil terbaik.
Dalam kesempatan itu, Kiandra juga menyampaikan pesan kepada seluruh siswa SMK Diponegoro Depok. Ia mengajak teman-teman dan adik-adik kelas untuk tidak pernah berhenti belajar serta berani memiliki cita-cita yang tinggi.
Menjelang keberangkatannya kembali ke Spanyol pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Kiandra juga memohon doa dan dukungan dari keluarga besar SMK Diponegoro Depok agar diberikan kelancaran, keselamatan, serta hasil terbaik pada putaran kedua Moto3 Junior World Championship dan Red Bull MotoGP Rookies Cup.
"Saya mohon doa dan dukungan dari bapak, ibu guru, teman-teman, dan adik-adik semua. Semoga saya bisa memberikan hasil terbaik dan kembali mengharumkan nama Indonesia serta SMK Diponegoro Depok," ujar Kiandra.
Kunjungan singkat tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar sekolah. Di tengah padatnya agenda latihan dan kompetisi internasional, Kiandra tetap meluangkan waktu untuk kembali ke almamater, berbagi pengalaman, serta menularkan semangat bahwa prestasi besar selalu berawal dari mimpi, disiplin, dan kerja keras. Itulah makna sesungguhnya dari "Jeda Balap Bukan Jeda Berprestasi"—masa jeda dimanfaatkan bukan untuk berhenti, melainkan untuk mempersiapkan diri, menguatkan tekad, dan menginspirasi orang lain. (*)