JEJAK ALUMNI

Menemukan Jalan di Dunia Seni, Kisah Haeda dari DKV SMK Diponegoro ke UNY

Menemukan Jalan di Dunia Seni, Kisah Haeda dari DKV SMK Diponegoro ke UNY

Depok, 15 Oktober 2026 — Setiap perjalanan memiliki titik awal, dan terkadang jalan menuju masa depan ditemukan ketika seseorang berani mengenali minat serta mencoba hal baru. Hal itulah yang tergambar dalam perjalanan Nurul Haeda Fatra, atau yang akrab disapa Haeda, alumni Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Diponegoro Depok tahun 2025 yang kini melanjutkan pendidikan di Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Ketertarikan Haeda terhadap dunia seni tidak serta-merta bermula dari pilihan jurusan yang sudah pasti. Awalnya, ia justru tertarik pada bidang tata busana. Namun, ketika mengetahui adanya jurusan DKV di SMK Diponegoro Depok, ia mulai mencari tahu lebih jauh tentang bidang tersebut. Dari penelusuran itu, Haeda menemukan bahwa DKV memiliki keterkaitan erat dengan hobi dan minat kreatif yang selama ini ia sukai.

Pilihan itu menjadi awal perjalanan Haeda dalam mengembangkan potensi di dunia seni dan kreativitas visual.

Dukungan Lingkungan Sekolah Menumbuhkan Semangat Berkarya

Selama belajar di DKV SMK Diponegoro Depok, Haeda tidak hanya mendapatkan pengalaman melalui pembelajaran di kelas. Dukungan guru dan lingkungan sekolah turut memberikan ruang baginya untuk mengembangkan kreativitas.

Di luar tugas-tugas sekolah, Haeda juga aktif mengikuti berbagai kegiatan dan lomba, khususnya kaligrafi. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan belajarnya. Ia tidak hanya berkesempatan menghasilkan karya, tetapi juga belajar mengatur waktu, menghadapi tekanan, dan terus mengembangkan kemampuan.

Pengalaman mengikuti berbagai lomba selama di SMK bahkan masih dirasakan manfaatnya ketika memasuki dunia perkuliahan. Menurut Haeda, kebiasaan menghadapi banyak tugas dan mengatur waktu saat mempersiapkan lomba membantunya beradaptasi dengan tuntutan belajar di perguruan tinggi.

Dari pengalaman itulah, keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di bidang seni dan kreatif semakin tumbuh.

DKV Menjadi Pijakan untuk Melanjutkan Studi di UNY

Setelah lulus dari SMK Diponegoro Depok pada 2025, Haeda melanjutkan pendidikan ke Universitas Negeri Yogyakarta dengan memilih Program Studi Pendidikan Seni Rupa.

Baginya, seni merupakan ruang kebebasan untuk berekspresi. Ia memandang bahwa seni hadir dalam banyak aspek kehidupan dan memiliki peluang pengembangan yang luas. Pandangan tersebut turut menguatkan pilihannya untuk mendalami bidang seni di perguruan tinggi.

Pengalaman belajar DKV di SMK juga berpengaruh dalam menentukan pilihan studi lanjutnya. Ia mengenal bahwa DKV memiliki banyak cabang, mulai dari berkarya secara manual, menggunakan media digital, hingga menyampaikan pesan melalui komunikasi visual.

Dari pengalaman itu, Haeda belajar bahwa seseorang tidak harus menguasai seluruh bidang sekaligus. Hal yang tidak kalah penting adalah mengenali minat, menemukan bidang yang disukai, kemudian mendalaminya secara konsisten.

Meski memiliki kesinambungan dengan pengalaman belajar di SMK, kehidupan perkuliahan tetap menghadirkan tantangan tersendiri. Haeda merasakan perbedaan antara pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi, terutama dalam hal kemandirian serta manajemen waktu. Di bangku kuliah, mahasiswa dituntut lebih aktif mengatur proses belajarnya sendiri.

Bekal pengalaman selama belajar di DKV dan mengikuti berbagai lomba menjadi salah satu modal yang membantunya menghadapi proses tersebut.

Terus Berkarya dan Belajar Mengatasi Rasa Takut

Selain menjalani perkuliahan, Haeda masih aktif mengikuti lomba kaligrafi dan mengembangkan kreativitas melalui konten digital.

Perjalanannya dalam membuat konten pun tidak selalu mudah. Ia mengakui bahwa tantangan awal yang dirasakannya justru berasal dari rasa takut: takut karya dianggap kurang bagus, takut konten tidak masuk FYP (For You Page), hingga takut mendapat ejekan dari orang lain.

Namun, Haeda menyadari bahwa jika terus terjebak dalam ketakutan tersebut, dirinya akan sulit berkembang. Keberanian untuk memulai dan kepercayaan diri menjadi hal penting agar proses belajar dapat terus berjalan.

Melalui akun media sosialnya, Haeda membagikan pengalaman, proses belajar, serta karya di dunia seni, khususnya kaligrafi dan kehidupan perkuliahan Seni Rupa. Ia berharap konten yang dibuatnya dapat menginspirasi sekaligus menambah wawasan bagi orang lain.

Pengalaman belajar DKV pun tetap berguna dalam aktivitas tersebut. Kemampuan menentukan konsep, mengatur komposisi dan warna, menyampaikan ide secara visual, serta mengolah foto, video, dan desain menjadi bekal yang dapat diterapkan dalam pembuatan konten.

Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran DKV tidak hanya berkaitan dengan tugas di sekolah, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kreativitas di berbagai ruang digital.

Bangga pada Proses, Bukan Hanya Hasil

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Haeda adalah ketika mengikuti lomba kaligrafi dengan persiapan yang cukup mendadak. Saat itu, pelatihnya sedang sibuk, sementara ia juga harus menyelesaikan berbagai tugas kuliah.

Dalam kondisi tersebut, Haeda berusaha menyiapkan karya secara mandiri tanpa bantuan pelatih. Hasilnya, ia berhasil memperoleh Juara Harapan.

Meski belum meraih posisi juara yang lebih tinggi, pengalaman itu tetap menjadi pencapaian yang membanggakan baginya. Ia melihat bahwa proses belajar dan berlatih sejak masih di SMK mulai menunjukkan hasil. Pengalaman tersebut juga membuatnya semakin percaya diri untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Kisah ini memperlihatkan bahwa perkembangan tidak selalu diukur dari besarnya penghargaan yang diraih. Keberanian mencoba, kesediaan belajar secara mandiri, dan kemampuan mengevaluasi diri merupakan bagian penting dari perjalanan seorang kreator.

Bagi Haeda, setiap karya adalah kesempatan untuk tumbuh. Karya yang belum sempurna bukan alasan untuk berhenti, melainkan dorongan untuk terus berlatih.

Pesan untuk Adik Kelas: Jangan Berhenti Berkarya

Ketika ditanya tentang keuntungan mempelajari DKV sejak SMK, Haeda menilai bahwa bekal dasar yang diperoleh di sekolah dapat memudahkan siswa ketika melanjutkan pendidikan di bidang seni dan kreatif.

Ia juga berpesan kepada siswa DKV SMK Diponegoro Depok agar tidak mudah menyerah hanya karena merasa kemampuan atau karya yang dihasilkan belum maksimal.

“Teruslah berkarya walau karya kamu pas-pasan. Semakin kita banyak berkarya, tentunya semakin bagus skill yang kita punya,” demikian pesan Haeda kepada adik-adik kelasnya.

Ia juga mengingatkan agar siswa tetap semangat, percaya bahwa tujuan dapat dicapai, dan tidak lupa berdoa dalam setiap usaha.

Perjalanan Haeda dari DKV SMK Diponegoro Depok menuju Pendidikan Seni Rupa UNY menjadi gambaran bahwa proses belajar di SMK dapat menjadi salah satu pijakan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi. Pengalaman di kelas, dukungan guru, kegiatan lomba, hingga keberanian berkarya di ruang digital merupakan bagian dari proses yang terus membentuk dirinya.

Sebagaimana refleksi yang disampaikan Haeda, perjalanan dari DKV SMK hingga saat ini mengajarkannya bahwa proses berkarya tidak selalu mudah, tetapi setiap pengalaman membuatnya semakin yakin untuk terus berkembang di dunia seni.

Kisah Haeda menjadi pengingat bahwa masa depan tidak harus ditemukan sekaligus. Terkadang, ia tumbuh melalui keberanian mencoba, ketekunan berproses, dan kemauan untuk terus berkarya.

Profil media sosial Haeda:

 

Share Whatsapp Share Facebook