Merajut Persatuan di Jantung Yogyakarta: SMK Diponegoro Depok Hadir dalam Suara Inklusi untuk Semua 2026

Merajut Persatuan di Jantung Yogyakarta: SMK Diponegoro Depok Hadir dalam Suara Inklusi untuk Semua 2026

Depok, 12 Agustus 2026 – Semangat persatuan dalam keberagaman mewarnai penyelenggaraan Suara Inklusi untuk Semua 2026, sebuah gerakan kebangsaan yang digelar di kawasan Malioboro hingga Gedung Agung Yogyakarta, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh DIWA Foundation ini melibatkan lebih dari 2.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang inklusif, setara, dan menghargai keberagaman.

Mengusung tema "Suara Inklusi untuk Semua", kegiatan diawali dari kawasan Gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro dan berakhir di Gedung Agung Yogyakarta. Rangkaian acara diisi dengan Parade Kebangsaan, pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang satu kilometer, pemecahan Rekor MURI yang melibatkan sekitar 1.000 penyandang disabilitas, serta panggung seni yang menampilkan berbagai pertunjukan budaya sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Kegiatan tersebut diikuti oleh beragam elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, komunitas penyandang disabilitas, pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, relawan, hingga berbagai komunitas sosial dan budaya. Semangat kolaborasi lintas latar belakang menjadi pesan utama bahwa Indonesia dibangun atas dasar persatuan, gotong royong, dan penghormatan terhadap setiap warga negara tanpa diskriminasi.

Di tengah ribuan peserta, SMK Diponegoro Depok turut ambil bagian dengan mengirimkan 10 siswa dari kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Desain dan Produksi Busana (DPB). Keikutsertaan para siswa merupakan penugasan resmi dari sekolah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta pengalaman belajar di luar kelas.

Bagi SMK Diponegoro Depok, partisipasi dalam kegiatan ini bukan sekadar menghadiri sebuah parade, melainkan menjadi sarana pembelajaran nyata bagi peserta didik tentang pentingnya menghargai perbedaan, menumbuhkan empati, dan memperkuat semangat persatuan. Sebagai sekolah berbasis pesantren di bawah naungan LP Ma'arif NU DIY, pendidikan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan kompetensi lulusan.

Keterlibatan siswa dalam kegiatan kebangsaan merupakan implementasi pendidikan yang menyentuh aspek pengetahuan, keterampilan, sekaligus karakter. SMK Diponegoro Depok ingin peserta didik tidak hanya unggul dalam bidang vokasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, menghargai keberagaman, serta tumbuh sebagai generasi yang cinta tanah air. Pengalaman mengikuti kegiatan seperti ini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter mereka sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Partisipasi tersebut sekaligus mencerminkan komitmen SMK Diponegoro Depok dalam mewujudkan lulusan berkarakter UTAMA—Unggul, Terampil, Agamis, Mandiri, dan berAkhlakul Karimah. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif peserta didik dalam berbagai kegiatan sosial, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

Keikutsertaan siswa SMK Diponegoro Depok dalam Suara Inklusi untuk Semua 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada kompetensi keahlian, tetapi juga pada pembentukan generasi yang mampu merawat persatuan, menghormati keberagaman, dan berkontribusi nyata bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.(*)

Share Whatsapp Share Facebook