Pilihan Telah Ditetapkan, Amanah Kini Diemban: Anugrah Davie Pimpin OSIS SMK Diponegoro Depok

Pilihan Telah Ditetapkan, Amanah Kini Diemban: Anugrah Davie Pimpin OSIS SMK Diponegoro Depok

Depok, 15 September 2026 - Demokrasi tidak cukup hanya dipelajari melalui teori di dalam kelas. Di SMK Diponegoro Depok, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengalaminya secara langsung melalui Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos), mulai dari mengenal calon, menyimak gagasan, menentukan pilihan, hingga menerima hasil pemilihan.

Rangkaian Pemilos diawali dengan pemaparan program dan kampanye dari para calon Ketua OSIS yang dilaksanakan pada Jum'at (4/9). Masing-masing calon menyampaikan visi, gagasan, dan program yang akan dijalankan apabila mendapatkan kepercayaan dari warga sekolah.

Setelah proses penyampaian program, pemilihan dilanjutkan dengan pemungutan suara secara langsung. Siswa, guru, dan karyawan turut menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon Ketua OSIS.

Prinsip one person, one vote diterapkan dalam proses tersebut. Setiap warga sekolah memiliki hak suara yang sama untuk menentukan pilihannya, tanpa membedakan kelas, jabatan, maupun senioritas. Dari proses pemilihan tersebut, Anugrah Davie Ar-Rasyid, siswa kelas XI DKV, terpilih sebagai Ketua OSIS SMK Diponegoro Depok.

Namun, proses demokrasi tidak berhenti ketika hasil pemilihan ditetapkan. Kepercayaan yang lahir dari suara warga sekolah kemudian berlanjut pada sebuah tanggung jawab yang lebih besar: menjalankan amanah kepemimpinan.

Usai pelaksanaan upacara hari Senin 14 September 2026,  Anugrah Davie Ar-Rasyid resmi dilantik sebagai Ketua OSIS SMK Diponegoro Depok. Pelantikan dilakukan oleh Kepala SMK Diponegoro Depok, Bapak Moh. Afifi, S.Th.I., didampingi Pembina OSIS, Bapak Sigit Pambudi, M.Pd.

Pelantikan tersebut menjadi momentum peralihan dari proses memilih menuju proses mengabdi. Jika dalam Pemilos setiap warga sekolah belajar menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab, maka setelah pelantikan, Ketua OSIS terpilih belajar mempertanggungjawabkan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.

Pilihan telah ditetapkan. Amanah kini diemban.

Inilah salah satu pelajaran penting yang dapat dipetik dari Pemilos. Demokrasi bukan semata-mata tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga tentang bagaimana setiap orang menggunakan haknya, menghormati pilihan orang lain, menerima hasil bersama, dan kemudian bekerja untuk kepentingan bersama.

Bagi Anugrah Davie, kepemimpinan OSIS bukan sekadar sebuah jabatan. Kepercayaan tersebut menjadi amanah untuk menggerakkan organisasi, mendengarkan aspirasi siswa, membangun kerja sama, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi kehidupan sekolah.

Sementara bagi siswa lainnya, pengalaman mengikuti Pemilos menjadi pembelajaran nyata tentang demokrasi. Mereka belajar bahwa perbedaan pilihan merupakan bagian dari kehidupan bersama. Pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan dan kebersamaan tetap harus dijaga.

Nilai tersebut selaras dengan pengamalan Pancasila, khususnya sila keempat. Melalui Pemilos, siswa belajar menyampaikan gagasan, menggunakan hak pilih, menghargai perbedaan pendapat, serta menerima keputusan yang lahir dari proses demokratis.

Pada akhirnya, Pemilos di SMK Diponegoro Depok bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan OSIS. Di dalamnya terdapat proses pendidikan karakter dan kepemimpinan yang mengajarkan bahwa memilih adalah hak, dipercaya adalah amanah, dan memimpin adalah tanggung jawab.

Dari bilik suara, sebuah pilihan telah lahir. Dari pilihan itu, tumbuh kepercayaan. Dan melalui pelantikan, kepercayaan tersebut kini berubah menjadi amanah yang harus dijalankan.

Berbeda pilihan tetap satu keluarga sekolah. Pilihan telah ditetapkan, saatnya bersama-sama menjaga amanah dan melangkah ke depan.

Melalui kepengurusan OSIS yang baru, SMK Diponegoro Depok berharap semakin tumbuh siswa yang berani memimpin, mampu berkolaborasi, bertanggung jawab, serta memiliki karakter UTAMA: Unggul, Terampil, Agamis, Mandiri, dan berAkhlakul Karimah.(*)

Share Whatsapp Share Facebook