Sleman, smkdiponegorodepok.sch.id- Status PPKM yang semakin membaik, membuka peluang bagi dunia pendidikan untuk segera dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas dan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Tentunya kebijakan dibukanya kembali PTM disambut gembira oleh berbagai kalangan, sambil berharap kondisi semaakin hari semakin membaik. Salah satu upaya untuk segera dibukanya PTM adalah percepatan vaksinasi untuk pelajar.

Vaksinasi dosis kedua (Foto: Rahmanto)
“Kami harapkan makin banyak siswa, murid, santri yang divaksinasi akan mempercepat proses belajar tatap muka yang kita harapkan secepatnya dimulai, karena kita ingin anak-anak segera memperoleh ilmu kembali di sekolah,” ujar Presiden Joko Widodo seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 9 September 2021.
SMK Diponegoro Depok, pada hari Rabu, 29 September 2021 melaksanakan vaksinasi dosis ke-2 untuk siswa. Kegiatan yang diprakarsai Kodim 0732/Sleman diikuti oleh pelajar dan umum. Dalam kesempatan tersebut juga dilayani vaksinasi dosis 1 bagi pelajar dan umum. Sebanyak 127 siswa SMK Diponegoro Depok mengikuti vaksinasi tersebut. Sebelumnya, siswa terutama dari pondok pesantren sudah mengikuti vaksinasi dosis kedua di pondok pesantren masing-masing.

Vaksinasi dosis kedua (Foto: Rahmanto)
Secara keseluruhan, siswa yang sudah mengikuti vaksinasi sudah mencapai 80%. Dengan semakin banyaknya siswa yang sudah melakukan vaksin, maka PTM Terbatas bisa segera dilakukan. PTM Terbatas dinilai dapat menekan risiko learning loss demi menjaga kualitas pembelajaran anak Indonesia.

Vaksinasi dosis kedua (Foto: Rahmanto)
Persiapan PTM Terbatas didorong di wilayah PPKM level 1-3 dengan tetap memprioritaskan keselamatan insan pendidikan, yang pelaksanaannya mengedepankan kehati-hatian dan protokol kesehatan yang ketat. Sekolah harus memenuhi syarat SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran di Tengah Pandemi untuk bisa menyelenggarakan PTM Terbatas.