Depok, 16 Agustus 2026– Komitmen SMK Diponegoro Depok Yogyakarta dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia industri kembali diwujudkan melalui Diklat Teknik Pengecatan Helm Bersama Samurai Paint. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu, 13–15 Agustus 2026, ini diikuti oleh siswa Program Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) dengan pendampingan langsung dari Tim Samurai Kurobushi Indonesia.
Diklat ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari implementasi link and match antara sekolah dengan dunia industri serta menjadi tahapan pembinaan siswa dalam menghadapi Kompetisi Samurai Paint 2026 yang secara rutin diselenggarakan setiap tahun. Melalui pembelajaran langsung dari praktisi industri, siswa memperoleh pengalaman nyata mengenai standar kerja, kualitas hasil, hingga budaya kerja profesional yang diterapkan di dunia otomotif.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta menjalani seluruh tahapan proses pengecatan helm secara sistematis. Kegiatan diawali dengan pengamplasan dan pembersihan permukaan helm untuk memastikan media siap menerima lapisan cat. Tahap berikutnya adalah aplikasi cat dasar (primer) yang berfungsi menghasilkan daya rekat yang kuat dan permukaan yang rata sebelum proses pewarnaan.
Setelah itu, siswa memasuki tahap yang menuntut kreativitas, yaitu pembuatan pola dan desain menggunakan teknik masking tape. Pada sesi ini, setiap peserta diberi kebebasan menuangkan ide dan karakter desainnya sehingga setiap helm memiliki ciri khas yang berbeda. Proses kemudian dilanjutkan dengan pengecatan warna utama, dipadukan dengan teknik pelapisan clear coat sebagai tahap finishing untuk menghasilkan permukaan yang halus, mengilap, serta memiliki daya tahan yang baik.
Tahap akhir diklat diisi dengan proses penilaian karya oleh Tim Samurai Kurobushi Indonesia. Setiap helm dinilai secara objektif berdasarkan kreativitas desain, penguasaan teknik pengecatan, ketelitian pengerjaan, komposisi warna, serta kualitas hasil akhir (finishing). Penilaian ini tidak hanya menjadi evaluasi atas hasil pelatihan selama tiga hari, tetapi juga memberikan gambaran mengenai standar yang diterapkan pada Kompetisi Samurai Paint, sehingga para siswa memiliki bekal pengalaman dan kesiapan yang lebih matang untuk mengikuti ajang tersebut.
Hasil pelatihan menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Berbagai helm dengan desain kreatif dan kualitas finishing yang baik berhasil dihasilkan oleh para siswa. Karya-karya tersebut mencerminkan meningkatnya kemampuan teknis, ketelitian, kesabaran, serta kreativitas peserta setelah memperoleh pendampingan intensif selama tiga hari.
Lebih dari sekadar menghasilkan produk, diklat ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan siswa menghadapi Kompetisi Samurai Paint 2026. Pada ajang tersebut, peserta akan melalui sejumlah tahapan mulai dari pembekalan teknis, pembuatan karya, proses seleksi, hingga penilaian oleh dewan juri profesional. Aspek yang dinilai tidak hanya kemampuan pengecatan, tetapi juga kreativitas desain, komposisi warna, kerapian pengerjaan, detail finishing, serta kemampuan peserta dalam menghasilkan karya yang memenuhi standar industri.
Bagi SMK Diponegoro Depok, kerja sama dengan Samurai Paint bukanlah hal baru. Selama beberapa tahun terakhir, sinergi dengan dunia industri terus dibangun melalui berbagai kegiatan pelatihan dan kompetisi. Bahkan, sekolah pernah dipercaya menjadi tuan rumah Lomba Samurai Paint Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah kepercayaan yang menunjukkan eksistensi SMK Diponegoro Depok sebagai salah satu sekolah vokasi yang aktif mengembangkan kompetensi peserta didik di bidang automotive refinishing.
Kepala Program Keahlian Teknik Sepeda Motor menyampaikan bahwa pembelajaran seperti ini memiliki nilai strategis karena mampu mempertemukan teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik nyata di dunia industri. Selain meningkatkan keterampilan teknis, siswa juga belajar mengenai disiplin kerja, ketelitian, tanggung jawab, kemampuan bekerja sesuai prosedur, serta keberanian menuangkan kreativitas dalam sebuah karya.
Melalui kegiatan ini, SMK Diponegoro Depok berharap semakin banyak peserta didik yang mampu berprestasi pada ajang kompetisi tingkat regional maupun nasional, sekaligus memiliki bekal keterampilan yang siap diterapkan di dunia kerja maupun menjadi peluang berwirausaha di bidang pengecatan dan refinishing kendaraan.
Diklat Teknik Pengecatan Helm Bersama Samurai Paint menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi di ruang kelas, tetapi juga pada pengalaman belajar langsung bersama dunia industri. Sejalan dengan semangat UTAMA (Unggul, Terampil, Agamis, Mandiri, dan berAkhlakul Karimah), SMK Diponegoro Depok terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menjadi generasi profesional yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (*)